Yang satu menyebutkan akan lebih cepat dan baik. Ternyata slogan tersebut membuat lawannya tidak nyaman. Langsung saja dibalas pantun tersebut dengan jangan takabur.
Belum berakhir di situ, Pagi ini saya melihat judul bahwa yang lebih cepat bukan bermaksud takabur. Nanti apalagi yang kita dengar dari para pemimpin kita. Rakyat jelata ini kemauannya sederhana. Rakyat khan maunya gampang saja. Punya pekerjaan, punya pangan, sandang, papan dan kebutuhan hidup. Tidak butuh kami janji atau jargon kampanye.
Entah mengapa pembisik kedua pemimpin itu lebih mendominasi dari kearifan dan kebijakan seorang pemimpin. Sudah selayaknya yang tua itu akur-akur. Yang muda diajarkan agar bersikap lebih dewasa. Persaingan boleh lebih ketat namun jika bersaing untuk tujuan yang baik khan tidak mesti saling cela kayak Narji atau Komeng.
0 comments:
Poskan Komentar