Rabu, 22 Juli 2009

Ada orang yang lebih menderita

Suatu ketika seseorang Arab tertimpa musibah dengan kehilangan anak lelakinya. Pada kultur Arab dan suku yang menganut azas patrialisme, anak laki-laki adalah harta atau asset yang sangat berharga.

Ia bermuram durja terhadap penderitaan yang ia alami. Seolah-olah dialah orang yang paling menderita di kulit bumi ini.

Seorang alim berkunjung kepadanya dan menyarankan untuk bertemu orang. Setiap ia berjumpa, ia mendengar penderitaan orang yang lebih berat daripadanya sehingaa ia merasa dirinyalah orang paling beruntung.

Teman, dari kisah itu kita dapat lihat, orang tersebut akhirnya merasa paling beruntung padahal anaknya tetap meninggalkannya. Sikap orang tersebut benar. Toh dengan bermuram durja seumur hiduppun, anaknya tidak akan kembali ke dunia.

Banyak dari kita merasa paling menderita di dunia ini. Bahkan ada beberapa yang langsung bunuh diri. Tentu ini bukan solusi dari permasalahan, malah memperparah masalah.

Yakinlah, di Indonesia yang berpenduduk 200 juta ini mempunyai ada orang yang lebih menderita dari anda sekarang ini. Untuk pemerinntah tentu sebagai tugas negara menyelesaikan seluruh penderitaan rakkyatnya karena itu adalah tugas pemerintah.


Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

0 comments: