Gempuran Israel yang sangat menyayat hati setiap manusia yang masih punya nurani. Tentu kekejaman ini akan berhenti jika Negara-negara islam bersatu padu mengalahkan Amerika Serikat dan sekutunya. Sebagai muslim kita juga harus berdo’a dan mendukung pejuangan bangsa Palestina. Disana juga ada tempat suci tempat isra mi’raj nabi Muhammad SAW.
Ada sebuah fakta yang patut kita cermati dari bangsa pejuang ini. Meski mereka terkepung Israel dan mengalami penjajahan yang sangat kejam ternyata mereka adalah orang yang sadar bersekolah. Saya sedang mengujungi lintasberita.com dan menemukan
blog tentang rahasia israel. Berikut kutipannya:
26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.
Ini adalah semangat orang Palestina yang sangat hebat sekali. Mereka telah melahirkan doktor-doktor yang sangat baik keahlian maupun akhlaknya seperti DR Khalid Misyal, DR Musa Abu Marzuq, DR Fatih Shaqaqi, dan masih banyak lagi. Hal seperti inilah yang patut ditiru.
Indonesia yang telah merdeka puluhan tahun namun belum bisa mencetak doktor sebanyak Palestina secara presentase. Kalau begini pantas saja bangsa kita sering dikadalin bangsa lain. Indonesia yang kaya dengan hasil alamnya tapi tetap mskin dibandingkan negara ASEAN sekalipun.
Seringkali bangsa indonesia selalu mengaitkan antara materi (kekayaan-red) dengan kesuksesan orang. Ini suatu sikap yang menghalangi orang untuk mendapat pendidikan yang lebih tinggi lagi. Kita sering mendengar ucapan orang „Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau Cuma menagnggur?“.
Pernyataan seperti itu memang tidak bisa disalahkan seratus persen. Kita tahu bahwa banyak sarjana bahkan gelar doktor yang menganggur. Namun pandangan tersebut tidak ada pada jiwa-jiwa besar pejuang seperti pejuang Palestina. Musa Abu Marzuq yang juga wakil kepala biro politik Hamas menyelesaikan doktor bidang Tehnik di Amerika Serikat. Kalau secara pikiran picik buat apa seorang Palestina mengambil gelar Doktor? Toh nanti pekerjaan tidak ada karena Israel yang menjajah Palestina. Toh kalau ada pekerjaan pasti gajinya kecil dan tidak sesuai dengan pengorbanan uang. Toh mungkin lebih baik berperang dengan Israel sampai kematian menjemput.
Orang Palestina tidak berpikir uang saja. Mereka sekolah berniat untuk membebaskan negerinya. Untuk itu kita perlu meniru mereka agar menjadi bangsa pejuang yang tangguh.
Di Indonesia sendiri ada suatu suku yang terkenal hobby sekolah yakni orang Batak. Tirulah orang Batak. Prinsip inang (ibu-red) mereka lebih baik tidak memakai emas dan baju mahal ketimbang anak tidak sekolah. Orang Batak itu getol sekolahin anaknya selagi anaknya mau sekolah. Rimba yang ada harimaunya pun dimasukin supaya anaknya tetap bersekolah.
Saya berharap jumlah doktor akan banyak dan Indoesia menjadi kekuatan dunia yang disegani. Saya juga berharap akan menjadi doktor juga sehingga Republik ini penuh dengan Doktor dan mengalahkan jumlah presentase doktor Palestina. Amin ya robbal ‚alamin.