Selasa, 31 Maret 2009

Goyang dangdut menghibur dan menarik peserta kampanye

Apa yang paling ditunggu oleh para peserta kampanye? Pejabat? Ketua umum partai? Sembako? Uang?. Semua jawaban bisa salah. Jawaban yang paling benar adalah penyanyi dangdut. Dangdut adalah musik yang paling digemari oleh orang-orang kebanyakan memang menjadi senjata yang ampuh untuk mengumpulkan masa.

Sayangnya dangdut tersebut tidak jarang dibumbui dengan tarian erotis yang mengumbang birahi para pria. Yang lebih disayangkan lagi bahwa, tarian erotis tersebut disaksikan oleh anak bawah umur. Tentu ini dapat memicu mereka menjadi ”cepat dewasa” .

Banyak partai tidak terbatas hanya partai nasionalis saja. Beberapa partai Islam atau partai berbasis massa Islam turut serta dengan mengadakan aksi goyang erotis. Bahkan seorang dangdutwati menari erotis di depan seorang kyai yang sangat risih melihatnya.

Yang paling memilukan adalah caleg sebuah partai di daerah Cirebon tanpa malu-malu melakukan goyangan erotis. Bahkan gerakan-gerakan tarian itu sudah menjurus pornoaksi.

Satu-satunya partai yang tidak terlena dengan goyang dangdut mungkin hanya Partai Keadilan Sejahtera saja. Kalau PKS hiburannya paling nyanyi pop atau nasyid. Seperti kemarin menampilkan Gigi, Cokelat dan Punk. Yah, mudah-mudahan ini tetap dipertahankan PKS sebagai partai da’wah.

Senin, 30 Maret 2009

Bangsaku yang suka berkhianat

Di beberapa perumahan baru Bekasi hati-hatilah jka anda membawa barang dengan truk. Kalau kemungkinan dirampok memang dimana saja kita bisa dirampok, tetapi kalau di Bekasi setelah barang tiba di rumah anda jangan sampai barang tersebut sampai ke dalam rumah tanpa gangguan jagoan sana.

Para jagoan „menawarkan“ jasa penurunan barang kepada tiap penghuni baru. Imbalan jasanya bukan sekedar uang rokok 10 ribu atau 50 ribu tetapi sekali turun bisa sampai 250 ribu. Ini juga berlaku bagi barang material untuk pembangunan atau perbaikan rumah di Bekasi.

Masa barang milik kita harus diturunkan orang. Memang jagoan itu yang punya tanah dan wilayah tersebut.

Ada kiat dari seorang tukang reparasi rumah agar kita membeli material di toko sekitar. Katanya toko material “tertentu” akan membebaskan kita dari biaya angkat. Terang saja preman tersebut adalah suruhan toko tersebut untuk mengintimidasi para pemilik rumah. Yah, pantaslah Indonesia lama terjajah oleh bangsa asing karena orang macam beginian.

Banyak di negara ini pengkhianat yang memikirkan keuntungan jangka pendek saja. Ada dit yang penting jalan. Saudara kalau perlu dibunuh saja.

Minggu, 29 Maret 2009

Situ Gintung : kesalahan siapa?

Sunguh tragis, menjelang pemilu 09 digelar bencana menghampiri bangsa ini lagi. Kali ini bencana tidak jauh dari ibukota Negara yakni tepatnya di daerah Cirendeu, Ciputat, Tanggerang. Lebih 90 orang telah ditemukan sementara lebih seratus penduduk sekitar masih dalam pencarian.

Situ Gintung yang merupakan bendungan buatan pemerintah kolonial belanda tahun 1930 memang sudah terbilang tua. Daerah tersebut memang diperuntukkan bagi persawahan dan tidak layak untuk dihuni manusia. Perkembangan manusia yang sangat cepat membuat mereka membutuhkan pemukiman yang mau tidak mau menempati lahan yang seharusnya tidak layak jadi pemukiman.

Warga tentu menyalahkan pemerintah yang lalai dalam mengawasi Situ tersebut. Sebaliknya pemerntah juga tidak mau tersalahkan dengan berdalih bahwa hal tersebut adalah kecerobohan warga.

Kalau sudah ada korban seperti biasanya kita saling menyalahkan. Korban yang sudah jatuh memang tidak akan kembali ke dunia lagi dengan saling menyalahkan. Yah, akhirnya semua pihak harus berintropeksi dengan adanya kejadian di Situ Gintung.

Bencana tidak lelah menghampiri negara ini. Kita ingat Tsunami di Aceh, Gempa di Yogyakarta, Kelaparan di Yahukimo, dan banjir dimana-mana. Bencana ini tentu mengingatkan kita atas dosa-dosa kita semua terhadap Allah SWT. Setelah beberapa tahun terkena Tsunami kita tidak menjadi mawas diri dan melakukan segala kejahatan. Kezhaliman masih terjadi di negeri ini. Korupsi belum juga tersembuhkan meski dengan pemerintahan baru. Korupsi menjadi sesuatu yang lebih canggih lagi dan sulit untuk terdeteksi.

Mudah-mudahan kita mendapat pemimpin baru yang lebih baik dari yang sebelumnya. Jika pemimpin yang baik dan dengan kepemimpinan yang baik, saya tidak yakin negeri ini akan tertimpa dengan bencana lagi. Kalaupun ada, bencana tersebut akan mudah tertanggulangi.

Sabtu, 28 Maret 2009

Wanita-wanita bertubuh Xena

Sekitar seminggu yang lalu kita digemparkan dengan tayangan video murid SMA perempuan berantem. Mereka berkelahi bak wanita Amazon perkasa dalam Serial Xena. Tayangan seperti ini divideokan oleh rekan-rekan mereka sendiri di video ponsel.

Dulu sekita sepuluh tahun yang lalau saya tidak pernah menemukan wanita Indonesia begitu ganasnya seperti pendekar wanita menjambak dan memukul temannya sendiri. Kejadian ini terjadi di NTT, Papua dan Jawa.

Ini gejala apa rupanya. Mungkin karena sering nonton “suami takut istri” mereka menjadi wanita pemberani. Jangan-jangan akan ada banyak lagi suami takut istri di Indonesia

Minggu, 22 Maret 2009

Musim Caleg nebar janji

Di sebuah lampu merah di malam hari sekitar jam setengah delapan. Ada seseorang sedang memainkan monyetnya untuk sekedar menerima recehan dari pengguna jalan yang lewat di lampu merah tersebut. Kasihan sekali monyet itu yang harus bekerja hingga larut malam. Tetapi lebih kasihan jika manusia sang empunya tersebut menderita kelaparan. Beginilah negara yang sebenarnya subur tetapi pekerjaan sulit sekali.

Kita juga masih ingat akhir-akhir ini. Banyak orang berebut untuk melipat kertas suara di KPU daerah. Untuk pekerjaan yang kelihatan remeh temeh seperti ini saja berubah. Memang uangnya kecil tetapi tetap saja uang tersebut dibutuhkan.

Negeri ini memang menyimpan segudang masalah yang harus diselesaikan oleh orang yang mempunyai kemampuan dan berakhlak baik. Kemampuan baik tidak cukup saja menyelesaiakan masalah bangsa ini, jika akhlak buruknya selalau berorientasi korupsi. Sebaliknya orang yang berakhlak baik tanpa kemampuan juga tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini.

Coba kita tanya caleg-caleg kita apakah mereka bisa merubah keadaan seperti ini. Rakyat ini tentu sudah lelah dengan janji-janji muluk yang basi. Kita lihat betapa dekatnya seorang caleg dengan konstituen hanya ketika menjelang Pemilu atau paling tidak dua bulan menjelang Pemilu. Rakyat dininabobokan dengan janji-janji mereka. Mereka dengan tegas akan membela kepentingan rakyat padahal ketika mereka menjadi anggota tidak ada kelihatan kerja mereka.

Yang lebih menyebalkan lagi adalah mereka yang sudah menjadi anggota legislative masa kemarin. Mereka tetap saja menjanjikan muluk untuk rakyat, untuk rakyat, untuk rakyat (sengaja tiga kali seperti ikutin iklan penurunan BBM). Padahal waktu mereka anggota DPR tidak ada sedikitpun kerjanya yang membela rakyat. Yang ada hanya kepentingan dirinya dan golongannya.

Meski kebanyakan caleg kita bobrok, toh saya masih pesimis ada kelompok caleg yang dapat mengadakan perubahan. Ada setetes air di tengah padang yang kering. Harapan itu memang masih ada.

Rabu, 11 Maret 2009

Siapa menanam angin akan menuai badai

Banyak dari kita menyangka bahwa perbuatan baik tidak serta merta mendapatkan balasan yang baik. Hingga ada pepatah „Susu dibalas air tuba“. Keyakinan seperti ini membuat orang malas untuk berbuat baik. Orang berbuat baik toh pasti akan mendapat balasan yang buruk.

Terlebih dunia ini adalah dunia yang fana dan dikelilingi oleh manusia kapitalis yang menghargai apapun dengan uang. Kalau sudah uang bicara apapun jadi. Semua Urusan Menggunakan Uang Tunai (SUMUT). Dari urusan buat KTP hingga test masuk pegawai negeri harus pakai uang. Kalau tidak jangan harap urusan bisa lancar.

Ingatlah di dunia yang kapitalis ini masih ada orang yang menghargai kebaikan dibandingkan uang. Kita harsu tetap berbuat baik meski kita tidak akan ada balasan berupa uang untuk itu. Yakinlah perbuatan baik akan mendapat ganjaran yang baik. Kita mesti ingat kebaikan sebesar jarrah akan mendapat balasan. Demikian juga kejahatan akan mendapat balasan meski itu sebiji atom.

Ingatlah ketika kita berbuat kebaikan itu seperti kita menanam padi. Padi yang kita tanami maka akan tumbuh rumput-rumput liar yang mengganggu padi kita. Sebaliknya orang yang menanam rumput tidak akan menikmati satu padipun melainkan rumput semua. Artinya kita senantiasa harus melakukan perbuatan baik.

Ketika anda menanam sebutir angin kejahatan. Ingatlah juga anda akan menuai badai. Sekarang anda dapat mencelakai orang, esok anda akan dapat balasannya baik di dunia maupun di akhirat.

Senin, 09 Maret 2009

Ketika perasaan tidak sabar menghantui

Sering kita tidak puas dengan apa yang ada di dalam diri kita. Pencapaian yang kita targetkan belum sampai. Contoh; ingin mempunyai pendapatan $1000 namun hingga kini belum kesampaian.

Perasaan ketidaksabaran seringkali menghantui kita. Meski perasaan sabar telah menyabarkan “yah tinggal sebentar lagi”. Ketidaksabaran membentak dengan kata “Yah, ngak bakalan dah kamu mendapat seperti itu . paling sepuluh tahun lagi. Sampe kamu mau mati”

Hati yang bimbang akan menuju ketidaksabaran meski sang sabar telah menasehati. Akhirnya perasaan gundah memenangi pertarungan sehingga hatinya selalu gundah dan tidak percaya terhadap apa saja yang dikerjakan hingga ia sendiri menjadi tidak bekerja.

“Bekerjalah terus karena bekerja adalah ibadah” begitu kata Ustadz. Hatinya tetap bim-bang dengan apa yang telah dikerjakan. Aduh pusing juga tidak ada. Ingatlah orang-orang besar mempunyai kekuatan yang biasa untuk menghadapi kegagalan. Lihatlah beberapa kali Honda sering gagal hingga ia berhasil kini.

Saya palin mengagumi bangsa Turki. Lihatlah partai Islam di sana tidak pernah putus asa meski sudah beberapa kali dibredel. Kader-kader Adnan Mandaris gigih memperjuangkan ajaran Islam di negeri yang pernah bangga dengan kekhilafaan Islam.

Lihatlah dalam pertandingan sepakbola Turki dengan Kroasia tahun 2008 kemarin. Rustu Recber-kiper veteran Turki- melakukan blunder dengan terlalu maju ke depan gawang sehingga gol kebobolan pada masa babak perpanjangan waktu. Tapi apakah mereka putus asa? Tidak bangsa yang besar tidak akan putus asa.

Pada akhir injury time Rustu menendang bola kedepan hingga menghampiri gawang Kroasia. Semih Sentruk dengan cantiknya menjaringkan bola hingga mereka harus melakukan penalty. Akhirnya Turki menang sebagai semifinalis Piala Eropa 2008.

Lihatlah perjuangan mereka Orang Indonesia harus lebih banyak belajar dari mereka. Jika kita ingin maju.

Jumat, 06 Maret 2009

Huuu… Mengapa kita tidak ada budaya bertanya?

Kalau orang yang pernah berkulaih di luar negeri pasti tahu bahwa mahasiswa Indonesia lebih susah bertanya dibandingkan mahasiswa dari Negara dunia ketiga lainya seperti India, China, Pakisatan dan lain-lain. Ketika kuliah selesai, para mahasiswa dari Negara-negara tersebut sibuk mempersiapkan pertanyaan kecuali orang Indonesia.

Memang sifat orang Indonesia menjadi inferior-kalau tidak mau dikatakan minder- untuk sekedar bertanya. Kita sudah diajarkan untuk malu bertanya saat kita duduk di TK sekalipun. Saya, anda atau semua pembaca pasti pernah mengalami teriakan huu ketika kita bertanya. Jujur saja kita juga sering meneriakkan huu bagi teman kita yang bertanya.

Wajar saja ketika besar mereka mempunyai sifat pemalu untuk bertanya. Sayangnya tidak semua guru bijaksana dalam mengatasi permasalahan ini. Bahkan kadang seorang guru turut serta untuk meng-huu murid-muridnya.

Sudah seharusnya kita berubah. Kita harus meninggalkan cara lama untuk memajukan bangsa ini yang sudah terpuruk. Kita ajarkan diri kita sendiri untuk mencoba menghargai orang lain sepanjang orang tersebut tidak melakukan perbuatan yang tercela.

Bertanya adalah bukan perbuatan tercela bahkan jika seseorang itu bertanya tentang suatu yang salah dan aneh. Bertanya itu tanda orang tidak tahu dana orang tidak tahu itu harus dihormati. Bagaimana jika kita tidak tahu tetapi kita di-huu.

Minggu, 01 Maret 2009

Bermula Komentar lalu terbitlah artikel

Tidak semua orang dapat menulis dalam blog. Lalu mereka yang tidak menulis tinggal cari di search Google dan copy paste artikel orang lain. Tentu saja orang yang punya artikel jadi berang.

Saya sampai saat ini tidak melakukan copy paste illegal. Bahkan copy paste legal saya lakukan terakhir 6 bulan yang lalu. Saya pikir buat apa menggunakan artikel lain untuk blog karena tidak mempunyai kebanggan. Disamping itu menggunakan artikel orang lain terbukti tidak dapat mengundang banyak pengunjung. Saya mencoba di blog yang lain dengan artikel dari ezine artikel. Namun blog tersebut tidak mendapat kunjungan.

Buatlah artikel sederhana sendiri meski cuma dua paragraph. Caranya begini, baca blog orang lain misalnya berita berjudul „ Partai Demokrat mempunyai citra lebih bersih dari PKS“. Anda tentu punya tanggapan dari judul berita semacam ini.

Bagi anda yang punya sedikit pengetahuan pasti anda membantah bahwa Partai Demokrat yang lebih bersih. Anda dapat tambahkan lagi misalnya: Survey tersebut bisa diragukan keberannya. Tambahkan lagi dengan fakta bahwa PKS sudah memulangi uang dan seterusnya hingga anda dapat membuat dua paragraph. Cara ini khan lebih bagus dibandingkan dengan copy paste doang.