Kalau lihat dari jauh lelaki yang berambut hitam adalah orang yang muda. Karena, kalau lelaki sudah menginjak usia 40 tahun kalau bukan putih maka botak. Itu adalah sunnahtullah yang tidak bisa lagi dilawan.
Banyak pemimpin kita yang ”tidak pede’ dengan keadan dirinya. Mereka dengan sengaja menghitamkan rambut mereka dengan pewarna hitam. Kalau yang botak pakai sedikit rambut palsu supaya botaknya ketutupan.
Saya sangat kagum dengan para pemimpin Hamas seperti Khaleed Meshal dan Ismail Haniyah. Meski belum menginjak 50, rambut perak sudah memenuhinya. Tanpa polesan cat dan meggambarkan kewibaawaan, mereka melangkah dengan pasti membela perjuangan bangsa Palestina.
Memang rambut perak mereka tidak menutup kegantengan mereka yang memang sudah ganteng. Kalaupun mau megecat sebaiknya warna yang lain saja. Seperti, Perdana Menteri Erdogan yang mengecat merah rambutnya.
Jurnal kehidupan seorang Manusia dan Negara ini. Arloji Forlan mengupas secar jujur seperti Arloji yang selalu menunjukkan kebenaran. Segala masalah baik sosial, budaya, pemerintahan sampai berbicara mengenai blog dan menulis.
Kamis, 30 April 2009
Sabtu, 25 April 2009
Udah mahal-mahal sekolah eh.. masuk kerja bayar juga
Sudah bukan rahasia umum lagi jika orang masuk kerja pake uang pelicin, Untuk PNS katanya seorang sarjana harus menyediakan paling sedikit 80 juta. Untuk instansi pemerintah yang basah orang berani memberi uang 200 juta.
Saya yakin perhitungan meeka tidak meleset untuk masuk kerja. Gaji seorang sarjana paling gede khan dua juta. Kalau ia masuk pake 200 juta maka secara hitungan kotor baru 100 bulan atau sekitar 8 tahun empat bulan uang tersebut baru kembali.
Tentu orang tua cape juga. udah biayain sarjana sedikitnya empat tahun. ehh.. kerja pake uang juga. Tidak heran banyak oknum PNS yang mengambil keuntungan dari bekerja di instansi pemerintah (korup) untuk balikin modal.
Menyogok juga menyebabkan ketidakadilan dalam perekrutan. Orang yang berpotensi menjadi PNS tidak bisa masuk karena ia tidak punya uang. Sudah selayaknya pemerintah membenahi sistem penerimaan pegawai negeri.
Tentu orang tua cape juga. udah biayain sarjana sedikitnya lima tahun. ehh.. kerja pake uang juga.
Saya yakin perhitungan meeka tidak meleset untuk masuk kerja. Gaji seorang sarjana paling gede khan dua juta. Kalau ia masuk pake 200 juta maka secara hitungan kotor baru 100 bulan atau sekitar 8 tahun empat bulan uang tersebut baru kembali.
Tentu orang tua cape juga. udah biayain sarjana sedikitnya empat tahun. ehh.. kerja pake uang juga. Tidak heran banyak oknum PNS yang mengambil keuntungan dari bekerja di instansi pemerintah (korup) untuk balikin modal.
Menyogok juga menyebabkan ketidakadilan dalam perekrutan. Orang yang berpotensi menjadi PNS tidak bisa masuk karena ia tidak punya uang. Sudah selayaknya pemerintah membenahi sistem penerimaan pegawai negeri.
Tentu orang tua cape juga. udah biayain sarjana sedikitnya lima tahun. ehh.. kerja pake uang juga.
Kamis, 23 April 2009
Siapa yang akan memilih anda?
Ini mungkin pertanyaan yang harus ditanyakan kepada siapa saja yang ingin mencalonkan diripada PEmilu ataupun pilkada. Kita harus melihat cermin dir kita apakah kita memnag layak dipilih oleh rakyat. Dulu saya pernah mengajukan sebagai anggota senat mahasiswa. Ternyata saya Cuma kalah tipis. Saya tentu kecewa unuk beberapa tahun kepada teman yang tidak memilih saya.
Tapi saya sadar, bahwa orang punya hak untuk memilih pemimpinnya meski pemimpin tersebut berperangai buruk sekalipun. Untuk dipilih kita harus menjadi pribadi yang baik dulu. Anda jika dikenal sebagai orang baik sedaerah anda. Percayalah anda tidak perlu amplop dua puluh ribuan atau sekardus mie instant.
Dengan bertanya pada diri kita sendiri, kita akan mengukur kemmapuan utnuk memperoleh suara. Hal ini tentu saja akan menghemat waktu dan uang kita. Kita tidak usah maju jika memang tidak ada yang memilih.
Tapi saya sadar, bahwa orang punya hak untuk memilih pemimpinnya meski pemimpin tersebut berperangai buruk sekalipun. Untuk dipilih kita harus menjadi pribadi yang baik dulu. Anda jika dikenal sebagai orang baik sedaerah anda. Percayalah anda tidak perlu amplop dua puluh ribuan atau sekardus mie instant.
Dengan bertanya pada diri kita sendiri, kita akan mengukur kemmapuan utnuk memperoleh suara. Hal ini tentu saja akan menghemat waktu dan uang kita. Kita tidak usah maju jika memang tidak ada yang memilih.
Selasa, 21 April 2009
Kalau semua demi nama rakyat
Kita semua mungkin akan kenyang dengan kata “demi rakyat” atau “Demi bangsa”. Setiap anggota caleg menggebu-gebu mengatakan slogan tersebut walau kenyataannya masih dipertanyakan.
Banyak caleg yang memberikan janji manis beserta beberapa lembar uang, beras, kain, dan lain-lain. Padahal kalau lagi ngak ada pemilu biar diminta juga belum tentu dikasih.
Tentu rakyat binggung dengan slogan demi rakyat. Baik caleg baik maupun caleg bajingan mempunyai slogan yang tidak berbeda jauh. Makanya banyak rakyat kita yang tidak bependidikan main contreng aja tanpa tahu siapa yang mereka pilih.
Perubahan yang kita semua inginkan tentu tidak akan banyak terjadi dengan hasil PEMILU 2009 yang seperti sekarang ini. Yah kita tidak akan bisa memperbaiki pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran apalagi mau mensejahterakan akyat. Yang penting dirinya sudah terisi orang lain masa bodoh.
Yah apa mau kata memang orang butuh uang. Mereka milih saja apa yang member I uang kepada mereka. Sebagian orang kecewa karena uang jasa pencontrengan mereka belum dibayar penuh. Belum jadi anggota dewan saja sudah bohong apalagi sudah jadi anggota dewan.
Banyak caleg yang memberikan janji manis beserta beberapa lembar uang, beras, kain, dan lain-lain. Padahal kalau lagi ngak ada pemilu biar diminta juga belum tentu dikasih.
Tentu rakyat binggung dengan slogan demi rakyat. Baik caleg baik maupun caleg bajingan mempunyai slogan yang tidak berbeda jauh. Makanya banyak rakyat kita yang tidak bependidikan main contreng aja tanpa tahu siapa yang mereka pilih.
Perubahan yang kita semua inginkan tentu tidak akan banyak terjadi dengan hasil PEMILU 2009 yang seperti sekarang ini. Yah kita tidak akan bisa memperbaiki pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran apalagi mau mensejahterakan akyat. Yang penting dirinya sudah terisi orang lain masa bodoh.
Yah apa mau kata memang orang butuh uang. Mereka milih saja apa yang member I uang kepada mereka. Sebagian orang kecewa karena uang jasa pencontrengan mereka belum dibayar penuh. Belum jadi anggota dewan saja sudah bohong apalagi sudah jadi anggota dewan.
Labels:
pemilu,
pencerahan,
politik
| Reactions: |
Kamis, 09 April 2009
lega setelah mencoblos
Akhirnya mencoblos sudah dilakukan. Dengan cara cekatan saya buka lembaran DPR,DPRD, dan DPD. Saya telah hapal calonnya dan mencontreng dan lega setelah itu. Setelah itu, saya harus ke luar kota untuk menjemput ibu yang sedang terapi jadi saya memang harus cepat-cepat.
Di jalan memang saya selalu mengikuti melalui communicator lama warisan abang saya. Sebenarnya saya juga ngak mau pake tapi daripada sayang Cuma dapat dijual satu setengah juta lebih baik saya pake saja. Sayangnya koneksi internet di luar kota sangat lemot alias lambat akhirnya saya tidak bisa melihat hasil quick count. Sesampai di rumah saudara saya menyetel TV dan melihat hasil quick count. Cukup mengejutkan ternayat Partai Demokrat berhasil mencapai suara sekitar 20%. Padahal sekitar lima tahun lalu hanya berkisar 7%.
Wah kalau begini bisa-bisa presiden Pak SBY lagi meski demikian kita harus dapat tetap optimis dalam menghadapi hidup yang akan makin sulit.
Di jalan memang saya selalu mengikuti melalui communicator lama warisan abang saya. Sebenarnya saya juga ngak mau pake tapi daripada sayang Cuma dapat dijual satu setengah juta lebih baik saya pake saja. Sayangnya koneksi internet di luar kota sangat lemot alias lambat akhirnya saya tidak bisa melihat hasil quick count. Sesampai di rumah saudara saya menyetel TV dan melihat hasil quick count. Cukup mengejutkan ternayat Partai Demokrat berhasil mencapai suara sekitar 20%. Padahal sekitar lima tahun lalu hanya berkisar 7%.
Wah kalau begini bisa-bisa presiden Pak SBY lagi meski demikian kita harus dapat tetap optimis dalam menghadapi hidup yang akan makin sulit.
| Reactions: |
Selasa, 07 April 2009
Jangan pernah menyerah blogger
Kali ini saya sudah kecapaian karena blogger yang saya buat belum juga menghasilkna uang yang lumayan. Bahkan belum ada dari setengah cita-cita saya. Rasa capek saya sudah menimpa kedua belah bahu saya.
Yah memang setiap usaha harus ada pengorbanannya. Tidak ada usaha yang bisa untung dalam waktu dekat. Kata seorang teman usaha warung makan sanagat susah sekali. Kalau ada satu orang duduk saja dalam sehari itu sudah hebat sekali. Saya jadi bertambah semangta untuk kembali berbisnis online.
Saya juga terpacu dnegan perkataan Sayyidina ’Ali yang kurang lebihnya ” tidak apa-apa anda gagal beberapa kali, Tetapi jika anda menyerah maka andalah yang gagal: yah memang hanya orang yang menyerah saja yang gagal sebaliknya orang yang terus berusaha dan mmeperbaiki usahanya pasti akan berhasil suatu saat. Amin. Tentu tidak lupa do’a kita selalu. Do’a akan mendekatkan rezeki yang ada. DO’a akan emmudahkan segala jalan kita. Do’a juga menjadi ’amal ibadah kita.
Yah memang setiap usaha harus ada pengorbanannya. Tidak ada usaha yang bisa untung dalam waktu dekat. Kata seorang teman usaha warung makan sanagat susah sekali. Kalau ada satu orang duduk saja dalam sehari itu sudah hebat sekali. Saya jadi bertambah semangta untuk kembali berbisnis online.
Saya juga terpacu dnegan perkataan Sayyidina ’Ali yang kurang lebihnya ” tidak apa-apa anda gagal beberapa kali, Tetapi jika anda menyerah maka andalah yang gagal: yah memang hanya orang yang menyerah saja yang gagal sebaliknya orang yang terus berusaha dan mmeperbaiki usahanya pasti akan berhasil suatu saat. Amin. Tentu tidak lupa do’a kita selalu. Do’a akan mendekatkan rezeki yang ada. DO’a akan emmudahkan segala jalan kita. Do’a juga menjadi ’amal ibadah kita.
| Reactions: |
Senin, 06 April 2009
Menggali untuk mencari emas
Saya selalu teringat cerita dari ibu guru saya di tingkat dasar. Begini ceritanya, alkisah ada seorang ayah yang memiliki banyak anak laki-laki. Mereka semua adalah pemalas dan maunya hanya uang saja. Suatu ketika ayahnya mati dan meninggalkan beberapa harta.
Sang Paman tentu prihatin dengan kemalasan mereka. Karena harta warisan tersebut bisa saja habis jika mereka tidka bekerja. Ia segera menemui para keponakannya. Ia memeberitahu bahwa ayahnya menyimpan emas di ladang. Sang Paman meminta keponakannya untuk menggali seluruh ladang untuk menyisir emas sebanyak satu kaleng blek.
Tentu saja keponankannya sangat senang. Mereka yang pemalas tanpa perintah segera menggali seluruh tanah di ladang. Setelah selesai mereka tidak menemukan seujung jaripun emas. Mereka tentu kecewa dan menanyakan perihal tersebut kepada sang Paman. Paman juga tidak tahu dengan hal seperti itu. Ia berusaha meyakinkan keponakannya akan keberadaan emas tersebut.
Ia menyrankan karena tanah sudah tergali maka lebih baik ditanami apa saja yang dapat menghasilkan. Akhirnya mereka menanam apa saja yang menghasilkan uang.
Beberapa tahun kemudian, mereka menjadi kaya. Ladang mereka bertambah banyak dan usaha mereka mempunyai hewan ternak. Mereka menyadari bahwa emas yang dikatakan paman adalah kerja keras mereka dan dalam hati mereka merasa berterima kasih terhadap pamannya yang telah meluruskan jalan mereka dari kemalasan.
Suatu ketika mereka mencangkul di sebuah ladang peninggalan ayah. Cangkul membentur sesuatu yang keras. Ternyata itu adalah kaleng blek yang berisi koin emas. Mereka segera membagikan emas tersebut rata dan membagikan kepada kaum fakir miskin dan anak yatim.
Dari hikmah ini kita tahu orang terdorong bekerja karena tahu tujuan dari bekerja. Kita sudah tahu bekerja itu akan mendapatkan uang tetapi kadang kita tidak yakin kerjaan kita akan mendapatkan hasil terutama para blogger. Kadang atau sering kita tidak yakin dengan pekerjaan sebagi blogger. Kita tahu bahwa gaji blogger cukup besar tetapi kita tidak yakin. Untuk itu kita yakin dan tetap mengisi blog.
Sang Paman tentu prihatin dengan kemalasan mereka. Karena harta warisan tersebut bisa saja habis jika mereka tidka bekerja. Ia segera menemui para keponakannya. Ia memeberitahu bahwa ayahnya menyimpan emas di ladang. Sang Paman meminta keponakannya untuk menggali seluruh ladang untuk menyisir emas sebanyak satu kaleng blek.
Tentu saja keponankannya sangat senang. Mereka yang pemalas tanpa perintah segera menggali seluruh tanah di ladang. Setelah selesai mereka tidak menemukan seujung jaripun emas. Mereka tentu kecewa dan menanyakan perihal tersebut kepada sang Paman. Paman juga tidak tahu dengan hal seperti itu. Ia berusaha meyakinkan keponakannya akan keberadaan emas tersebut.
Ia menyrankan karena tanah sudah tergali maka lebih baik ditanami apa saja yang dapat menghasilkan. Akhirnya mereka menanam apa saja yang menghasilkan uang.
Beberapa tahun kemudian, mereka menjadi kaya. Ladang mereka bertambah banyak dan usaha mereka mempunyai hewan ternak. Mereka menyadari bahwa emas yang dikatakan paman adalah kerja keras mereka dan dalam hati mereka merasa berterima kasih terhadap pamannya yang telah meluruskan jalan mereka dari kemalasan.
Suatu ketika mereka mencangkul di sebuah ladang peninggalan ayah. Cangkul membentur sesuatu yang keras. Ternyata itu adalah kaleng blek yang berisi koin emas. Mereka segera membagikan emas tersebut rata dan membagikan kepada kaum fakir miskin dan anak yatim.
Dari hikmah ini kita tahu orang terdorong bekerja karena tahu tujuan dari bekerja. Kita sudah tahu bekerja itu akan mendapatkan uang tetapi kadang kita tidak yakin kerjaan kita akan mendapatkan hasil terutama para blogger. Kadang atau sering kita tidak yakin dengan pekerjaan sebagi blogger. Kita tahu bahwa gaji blogger cukup besar tetapi kita tidak yakin. Untuk itu kita yakin dan tetap mengisi blog.
Minggu, 05 April 2009
Pilihlah pemimpin yang paling sedikit salahnya
Kalau orang Golput memang sudah apatis menghadapi Pemilu ini. Wajar saja kalau Pemilu memang ditanggapi apatis karena Indonesia masih dalam keterppurukan. Setiap orang mengaku akan membela rakyat tetapi ketika terpilih boro-boro membantu rakyat yang ada hanya memplorotin rakyat.
Mereka yang dulunya idealis menjadi doyan sama duit representasi, uang aspirasi, jatah,”uang perjalanan”, uang terima kasih dan lain-lain. Kalau yang sadar pasti uang tersebut langsung dikembaliin ke pemerintah atau disumbangkan kepada masyarakat.
Saya orang yang masih yakin bahwa Pemilu itu masih bisa untuk membangkitkan Indonesia dari kemeranaan ini. Rakyat Indonesia berhak untuk memperoleh pemimpin yang baik agar tidak terpuruk dalam krisis multi dimensi.
Mereka yang dulunya idealis menjadi doyan sama duit representasi, uang aspirasi, jatah,”uang perjalanan”, uang terima kasih dan lain-lain. Kalau yang sadar pasti uang tersebut langsung dikembaliin ke pemerintah atau disumbangkan kepada masyarakat.
Saya orang yang masih yakin bahwa Pemilu itu masih bisa untuk membangkitkan Indonesia dari kemeranaan ini. Rakyat Indonesia berhak untuk memperoleh pemimpin yang baik agar tidak terpuruk dalam krisis multi dimensi.
| Reactions: |
Langgan:
Entri (Atom)