Rambut sudah panjang. Sore kemarin (19/05/09) Saya memanggil tukang pangkas yang biasa sudah menjadi langganan sejak bocah ingusan. Tukang pangkas memulai memangkas sisi kiri saya sambil berbicara mengenai pekerjaan saya. Setelah itu memangkas bagian kanan saya dan berbiacra mengenai pemilihan presiden.
Katanya si mamang tukang cukur enggak bakal milih toh kemarin pemilu legislatif juga ia tidak memilih. Mamang memang tidak pernah percaya dengan poltis-politis manapun yang berjanji akan menyejahterkan rakyat.
Meski Mamang hanyalah tukang cukur, namun mamang adalah orang terpelajar. Ia lulusan sekolah menengah dan pernah menjadi pegawai honorer di sebuah departemen. Ia bilang paling siapaun yang menang khan ditentukan oleh orang yang bermodal. Kayak kita yang Cuma kerja beginian khan cuma ikut doang. Yah saya pikir apa yang Mamang katakan benar. Kita hanya orang kecil saja yang menontong pemilihan umum tetapi ada kekuatan besar yang akan menentkan siapa yang akan menang.
Jurnal kehidupan seorang Manusia dan Negara ini. Arloji Forlan mengupas secar jujur seperti Arloji yang selalu menunjukkan kebenaran. Segala masalah baik sosial, budaya, pemerintahan sampai berbicara mengenai blog dan menulis.
Rabu, 20 Mei 2009
Minggu, 17 Mei 2009
Cek kesehatan calon presiden (capres) dan cawapres
Kemarin 18 Mei 2009, dua calon presiden JK-Win dan Mega Pro melaksanakan check up medical di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Check kesehatan adalah salah satu dari tahapan pemilihan presiden di negeri ini.
Test ini berupa test kesehatan organ tubuh dan kejiwaan. Tentu saya tidak meragukan hasil test yang akan didapat dari test ini secara medis. Karena katanya test ini dilakukan oleh 60 orang dokter yang ahli di bidangnya masing-masing.
Yang perlu saya garis bawahi apakah test ini mampu mengukur kesehatan kepemimpinan pemimpin kita ini? Saya yakin 100% tidak akan. Kepemimpinan padahal adalah salah satu hal yang penting dari bangsa ini. Dari kesemua calon presiden tersebut menurut saya belum ada pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang kuat untuk mengantarkan bangsa ini pada kemajuan dan kesejahteraan.
Test ini berupa test kesehatan organ tubuh dan kejiwaan. Tentu saya tidak meragukan hasil test yang akan didapat dari test ini secara medis. Karena katanya test ini dilakukan oleh 60 orang dokter yang ahli di bidangnya masing-masing.
Yang perlu saya garis bawahi apakah test ini mampu mengukur kesehatan kepemimpinan pemimpin kita ini? Saya yakin 100% tidak akan. Kepemimpinan padahal adalah salah satu hal yang penting dari bangsa ini. Dari kesemua calon presiden tersebut menurut saya belum ada pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang kuat untuk mengantarkan bangsa ini pada kemajuan dan kesejahteraan.
| Reactions: |
Kamis, 14 Mei 2009
Pertunjukkan kurang dewasanya sikap pemimpin kita
Yang satu menyebutkan akan lebih cepat dan baik. Ternyata slogan tersebut membuat lawannya tidak nyaman. Langsung saja dibalas pantun tersebut dengan jangan takabur.
Belum berakhir di situ, Pagi ini saya melihat judul bahwa yang lebih cepat bukan bermaksud takabur. Nanti apalagi yang kita dengar dari para pemimpin kita. Rakyat jelata ini kemauannya sederhana. Rakyat khan maunya gampang saja. Punya pekerjaan, punya pangan, sandang, papan dan kebutuhan hidup. Tidak butuh kami janji atau jargon kampanye.
Entah mengapa pembisik kedua pemimpin itu lebih mendominasi dari kearifan dan kebijakan seorang pemimpin. Sudah selayaknya yang tua itu akur-akur. Yang muda diajarkan agar bersikap lebih dewasa. Persaingan boleh lebih ketat namun jika bersaing untuk tujuan yang baik khan tidak mesti saling cela kayak Narji atau Komeng.
Belum berakhir di situ, Pagi ini saya melihat judul bahwa yang lebih cepat bukan bermaksud takabur. Nanti apalagi yang kita dengar dari para pemimpin kita. Rakyat jelata ini kemauannya sederhana. Rakyat khan maunya gampang saja. Punya pekerjaan, punya pangan, sandang, papan dan kebutuhan hidup. Tidak butuh kami janji atau jargon kampanye.
Entah mengapa pembisik kedua pemimpin itu lebih mendominasi dari kearifan dan kebijakan seorang pemimpin. Sudah selayaknya yang tua itu akur-akur. Yang muda diajarkan agar bersikap lebih dewasa. Persaingan boleh lebih ketat namun jika bersaing untuk tujuan yang baik khan tidak mesti saling cela kayak Narji atau Komeng.
Labels:
jurnal,
pencerahan,
politik
| Reactions: |
Senin, 11 Mei 2009
Menghadiri pernikahan anaknya sahabat
Kali ini saya mau tidak mau harus menghadiri pernikahan bekas ketua RT di lingkungan kam. Entah kenapa, tapi kata orang kami disebut bersahabat. Tentu saya juga sangat tidak enak untuk tidak hadir.
Langsung saja ke tempat pernikahan, mata ini rasanya tidak tahan melihat wanita-wanita muda yang berpakaian bagus dan solekan yang bagus. Tentu ini mengundang mata-mata nakal yang suka menghayal.
Dalam pernikahan bukan rahasia bahwa perempuan akan bersolek sebaik-baiknya agar mendapat perhatian laki-laki. Padahal cara begini tentu dilarang agama Islam. Yah, inilah kemajuan modern yang telah merendahkan martabat wanita.
Langsung saja ke tempat pernikahan, mata ini rasanya tidak tahan melihat wanita-wanita muda yang berpakaian bagus dan solekan yang bagus. Tentu ini mengundang mata-mata nakal yang suka menghayal.
Dalam pernikahan bukan rahasia bahwa perempuan akan bersolek sebaik-baiknya agar mendapat perhatian laki-laki. Padahal cara begini tentu dilarang agama Islam. Yah, inilah kemajuan modern yang telah merendahkan martabat wanita.
Rabu, 06 Mei 2009
Anak kecil yang tulus tenoda ajaran orang tua
Memang anak kecil adalah polos dan tidak memikirkan kepentingan seperti orang dewasa apalagi politisi. Buktinya, anak tetangga saya dimarahi oleh orang tuanya karena menghabiskan lima puluh rebu dalam sehari. Katanya uang itu untuk maen game di internet.
”Internet khan cuma tiga rebu sejam tetapi mengapa habis?” Kurang lebih begitu kata ibunya menginvestigasi kehilangan uang tersebut. Katanya si anak lagi makan pecel lele. “Kalau pecel lele khan cuma 10 rebu kok uangnya sudah abis?”. Yah si anak kayaknya ingin melindungi teman-temannya yang dijajani olehnya.
Anak kecil yang polos dapat berbagi meski ia akan terkena konsekuensi yang pahit. Seringkali kita melihat anak kecil melindungi temannya sendiri. Contoh seorang ibu mengusir anak-anak di rumahnya namun sang anak justru melindungi teman-temannya.
Sang ibu malah marah ”lo, juga kalau main di rumah orang diusir!”. Sang anak jadi terngiang dengan perkataan ibu. Oh, yah benar juga kata ibu. Ketika ia besar, ia mempunyai patokan bahwa segala sesuatu perbuatan harus mendapat imbalan atau tidak ada yang gratis di dunia ini. Jika kita berbuat baik maka orang juga harus berbuat baik kepada kita. Motivasi seperti ini tentu saja jauh dari kata Ikhlas.
Inilah kebanyakan yang dimiliki oleh pemimpin kita saat ini. Hampir tidak ada yang berbuat demi rakyat dengan ikhlas meski slogan kampanye mereka adalah rakyat...rakyat...rakyat (Sengaja tiga kali supaya tidak lupa).
”Internet khan cuma tiga rebu sejam tetapi mengapa habis?” Kurang lebih begitu kata ibunya menginvestigasi kehilangan uang tersebut. Katanya si anak lagi makan pecel lele. “Kalau pecel lele khan cuma 10 rebu kok uangnya sudah abis?”. Yah si anak kayaknya ingin melindungi teman-temannya yang dijajani olehnya.
Anak kecil yang polos dapat berbagi meski ia akan terkena konsekuensi yang pahit. Seringkali kita melihat anak kecil melindungi temannya sendiri. Contoh seorang ibu mengusir anak-anak di rumahnya namun sang anak justru melindungi teman-temannya.
Sang ibu malah marah ”lo, juga kalau main di rumah orang diusir!”. Sang anak jadi terngiang dengan perkataan ibu. Oh, yah benar juga kata ibu. Ketika ia besar, ia mempunyai patokan bahwa segala sesuatu perbuatan harus mendapat imbalan atau tidak ada yang gratis di dunia ini. Jika kita berbuat baik maka orang juga harus berbuat baik kepada kita. Motivasi seperti ini tentu saja jauh dari kata Ikhlas.
Inilah kebanyakan yang dimiliki oleh pemimpin kita saat ini. Hampir tidak ada yang berbuat demi rakyat dengan ikhlas meski slogan kampanye mereka adalah rakyat...rakyat...rakyat (Sengaja tiga kali supaya tidak lupa).
Selasa, 05 Mei 2009
Ya yang bukan tidak
Yusuf Kalla menetapi janjnya untuk lebih cepat lebih baik. Pada hari jum’at tanggal 1 Mei 2009, ia mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden beserta Jendaral (purn) Wiranto sebagai wakilnya.
Ternyata JK sangat menjunjung tinggi adat siri yang dimiliki oleh orang Makasar. Terus terang saya bukan pendukung JK. Saya lebih suka kalau HNW menjadi presiden tapi apa boleh buat partainya HNW tidak dapat suara lebih dari 20%.
Kemarin di makasar (2/5/09) JK memberika alasan pisahnya dengan eSBeYe. Ia sudah berkata dengan SBY sebanyak tiga kali..tiga kali..tiga kali ( sengaja saya tulis tiga kali seperti iklan penurunan BBM) bahwa ia bersedia mendampingi SBY kembali.
Di kehidupan ini kita sering kecewa dengan orang yang tidak tegas dalam berkata. Pak JK bukanlah soerang diri yang kecewa dari sikap orang yang tidak tegas. Kadang kita sering meminta bantuan kepada orang namun jawaban yang kita terima ya tapi sesungguhnya tidak. Contoh, kita ingin meminta bantuan informasi pekerjaan bahkan kepada saudara kita sendiri. Jawabannya selalu ya tapi realisasinya tidak.
Bangsa yang ketimuran ini tidak berani untuk menolak tegas. Penolakan permintaan meski dengan cara yang baik tetap saja akan menyakitkan sang peminta tetapi kalau pemberian sikap yang tidak tegas maka akan menyakitkan sang peminta itu dua kali. Kita sering ingin bermain di ranah yang aman dengan sikap tidak tegas. Padahal sikap itulah yang akan menghancurkan kta.
Ternyata JK sangat menjunjung tinggi adat siri yang dimiliki oleh orang Makasar. Terus terang saya bukan pendukung JK. Saya lebih suka kalau HNW menjadi presiden tapi apa boleh buat partainya HNW tidak dapat suara lebih dari 20%.
Kemarin di makasar (2/5/09) JK memberika alasan pisahnya dengan eSBeYe. Ia sudah berkata dengan SBY sebanyak tiga kali..tiga kali..tiga kali ( sengaja saya tulis tiga kali seperti iklan penurunan BBM) bahwa ia bersedia mendampingi SBY kembali.
Di kehidupan ini kita sering kecewa dengan orang yang tidak tegas dalam berkata. Pak JK bukanlah soerang diri yang kecewa dari sikap orang yang tidak tegas. Kadang kita sering meminta bantuan kepada orang namun jawaban yang kita terima ya tapi sesungguhnya tidak. Contoh, kita ingin meminta bantuan informasi pekerjaan bahkan kepada saudara kita sendiri. Jawabannya selalu ya tapi realisasinya tidak.
Bangsa yang ketimuran ini tidak berani untuk menolak tegas. Penolakan permintaan meski dengan cara yang baik tetap saja akan menyakitkan sang peminta tetapi kalau pemberian sikap yang tidak tegas maka akan menyakitkan sang peminta itu dua kali. Kita sering ingin bermain di ranah yang aman dengan sikap tidak tegas. Padahal sikap itulah yang akan menghancurkan kta.
| Reactions: |
Minggu, 03 Mei 2009
Bukan ahlinya tapi bicaranya seperti ahli
Saya membaca sebuah tulisan wicaksono-wartawan seior Tempo- di blog tempo intrekatif. Kali itu tulisan berjudul kematian para blogger, Banyak blogger yang tidak lagi memposting artikel. Penyebabnya adalah sudah kehabisan ide.
Sang penulis menyebutkan karena blogger tersebut tidak focus dengan topic yang disenanginya hingga ia malas untuk memposting. Ya, kebanyakan blog berorientasi uang sehingga mereka menulis cuma uang semata. Mereka menulis topic yang mereka sendiri tidak tahu. Ketika mereka tidak dapat duit, mereka berhenti untuk posting dan tidak mucul lagi.
Saya juga ingat perkataan ustadz Anis Matta dalam sebuah ceramah di kaset”bukan pemain bola tapi bicaranya bola terus menerus”. Ya, kita sering menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bukam bidang kita. Karena itu kita menjadi capek dan tidak menjadi ahli.
Mulai sekarang kita harus spesifikkan blog kita. Mungkin kalau blog jurnal seperti ini tidak perlu spesifikasi karena jurnal khan, seperti buku harian yang bebas tetapi untuk blog tertentu anda diharapkan menjadi spesifik.
Sang penulis menyebutkan karena blogger tersebut tidak focus dengan topic yang disenanginya hingga ia malas untuk memposting. Ya, kebanyakan blog berorientasi uang sehingga mereka menulis cuma uang semata. Mereka menulis topic yang mereka sendiri tidak tahu. Ketika mereka tidak dapat duit, mereka berhenti untuk posting dan tidak mucul lagi.
Saya juga ingat perkataan ustadz Anis Matta dalam sebuah ceramah di kaset”bukan pemain bola tapi bicaranya bola terus menerus”. Ya, kita sering menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bukam bidang kita. Karena itu kita menjadi capek dan tidak menjadi ahli.
Mulai sekarang kita harus spesifikkan blog kita. Mungkin kalau blog jurnal seperti ini tidak perlu spesifikasi karena jurnal khan, seperti buku harian yang bebas tetapi untuk blog tertentu anda diharapkan menjadi spesifik.
| Reactions: |
Langgan:
Entri (Atom)