Minggu, 27 Desember 2009

Ada Nama-Nama dan memakan Amarah

Ada nama-nama

Putih bak melati
bidadari cilik yang menawan
ternyata kau bernama
namun hati tidak kan tertaut

Memakan kemarahan


Entah mengapa setiap kebaikan tak meluluhkan
Setiap orang berwajah buruk
Padahal hati sendiri tak baik
Niat membantu menjadi tersakiti

Sesal kemudian tak berarti
Sedang hati tlah tertusuk pedang
Pedang yang tertancap takkan mudah terlepas

Jika ingin berbicara hatilah jadi panglima
kemarahan telah memakan hati
Sehingga hati telah membara
Tak Mampu menahan aliran suara
Yang akan menyayat hati

Kamis, 17 Desember 2009

Sembilan Pintu

Mengharap pemberian insan
Padahal kebanyakan insan hina
Untuk sesuatu yang kecil
Engkau telah mengorbankan yang lebih besar

Berharap mendapat sepotong kue
Padahal Engaku dapat seloyang kue
Engaku berharap setets air
Padahal engkau dapat air sebanyak samudera

Engkau berharap dapat satu pintu
Padahal sembilan pintu sangat terbuka
Engkau berharap sepotong besi
Padahal Engkau dapat sepotong emas

Ketuklah sembilan pintu
Karena kemungkinan akan terbuka lebih banyak
Jangan lagi kau datangi satu pintu
Karena satu pintu itu takkan ramah untukmu

Rabu, 16 Desember 2009

Dapet 500 juta dari internet

Baru melihat sebuah iklan kontes di internet via delicious yang menyebutkan bahwa cara membuat 100 ribu dollar dalam waktu enam bulan. Kalau dikonversi bisa menjadi 1 milyar dengan catatan kurs dollar sepuluh ribu rupiah.

Tadinya mau ikut kontes tersebut udah nyari bahan dan browse di internet. Rencana juga akan melibatkan seorang teman yang ahli bahasa Inggris. Namun ternyata kontes tersebut adalah membuat toko di dunia maya (online shop).

Padahal saya sudah berkhayal kalau 1 miliar itu, saya menangkan maka akan saya bagi dua degan teman saya. Kemudian dari setengah milyar saya akan beli rumah dan kebun. Ah, sudahlah belum waktunya dapat uang sebesar itu dan jangan mengkhayal lagi. Kerjakan yang bisa anda kerjakan hari ini. Itu saja.

Senin, 14 Desember 2009

Impor pekerja dari India, Pakistan. Zimbabwe

Cukup menarik juga ceramah yang diisi oleh Bang Zainal Abidin atau Jay de terrorist yang menyandang gelar PHD tersebut di radio Trijaya FM 104.6 tiap senin pagi. Kali itu Bang Jay mengisi sebuah tema tentang wirausaha dan risk.

Ada katanya orang yang bertanya. Bang Jay jika semua orang pengusaha nanti siapa yang kerja? Cari aja orang India, Pakistan, atau Zimbabwe. Kenapa saya baru bisa berpikir seperti itu yah?

Kita lihat banyak pekerja kita di luar negeri yang mencari nasib ke luar negeri tapi ada yang kembali tinggal nama walau presentasenya sedikit. Dari uraian bang Jay kenapa kita enggak sekalian usaha untuk mencari kehidupan dibanding menunggu orang untuk memberikan pekerjaan atau mencari pekerjaan. Atau kalau anda tidak suka risiko membuka usaha sambil mencari pekerjaan.

Jumat, 11 Desember 2009

Jangan suka menentang

Salah satu sifat asli manusia adalah menentang setiap orang yang mempunyai pendapat yang berbeda atau berlainan dengan dirinya sendiri termasuk penulis blog ini. Orang cenderung mempertahankan diri dari serangan penilaian orang lain atau cemohan orang.

Apalagi serangan tersebut seperti rentetan senjata otomatis yang ditembakkan satu pleton pasukan. Lama-kelamaan kepala menjadi panas karena rentetan.

Tenanglah kepala anda karen rentetan tidak akan meledakkan kepala anda. Kepala anda akan meledak jika anda menghiraukan rentetan orang tersebut.

Cobalah tenang mungkin ada benarnya perkataan atau mungkin ada salahnya perkataan itu. Yang penting jangan membuat anda tambah

Rabu, 09 Desember 2009

Arti sepuluh tahun

Sepuluh tahun adalah satu dekade
Seorang anak sudah bisa bersekolah kelas 4
Batas maksimum presiden berkuasa
Seorang pekerja sudah menjadi manajer

Lebih sepuluh tahun lalu reformasi bergulir
harapan akan adanya perubahan
Entah perubahan apa yang ada
karena banyak orang merasa makin susah

Sri Mulyani sebelas tahun lalu

Secara pribadi, saya tidak kenal dengan Sri Mulyani bahkan mendengarkan seminar live-nya saja saya tidak pernah. Yang ada saya melihat melalui TV atau mendengarkan melalui radio saja.

Sebelas tahun yang lalu tentu saja Sri Mulyani lebih muda 11 tahun. Penampilan dan retorika beliau sangat memukau saya dan mungkin ribuan atau jutaan rakyat Indonesia sangat senang dengan Sri Mulyani yang berbicara dan mengkritik perekonomian Indonesia yang carut marut.

Kini keadaan sudah berbalik. Ahli ekonom yang sangat cerdas tersebut menjadi bahan hujatan mahasiswa dan penggiat anti korupsi. Pada demo 9/12/2009, para demonstran membawa photo Sri Mulyani dengan taring panjang berdarah seperti vampire serta satu mata tertutup seperti bajak laut. Meski belum ada vonis yang menyatakan bersalah, orang kadung sudah meniai bahwa Sri Mulyani sudah melakukan kesalahan dalam masalah bank Century.

Dunia memang berputar bagai roda kadang diatas dan kadang dibawah. Jangankan dalam satu dekade saja orang bisa berubah bahkan orang dapat berubah dalam hitungan detik.

Selasa, 08 Desember 2009

Sabar bagi Penolong

Pernahkah anda menolong orang yang akan tenggelam? Kata teman, seorang yang akan tenggelam -terutama yang belum bisa berenang, akan cenderung menyikut penolongnya. Tentu kalau sang penolong tidak lihai ia akan cedera karena pukulan sikutnya yang sangat berbahaya atau minimal tulang rawan di hidung bisa patah.

Tentu bagi orang yang tidak memahami seperti ini akan marah dan meninggalkan orang yang akan tenggelam bahkan lebih parah lagi sang penolong tadinya yang berniat menolong malah menengggelamkan korbana. Kalau begini urusannya jadi masalah polisi.

Namun soerang ikhlas akan tahu bagaimana menolong orang tersebut dengan cara yang cantik ia mamapu meminggirkan calon korban dari ketenggelamannya tersebut.

Sering kita yang mulanya berniat ikhlas untuk menolong berbelok hendak mencelakan orang karena orang yang akan kita tolong menjadi galak terhadap kita. Istilahnya " udeh gw mau bantu, lo yang paling galak". Seorang yang sabar akan tahu bagaimana orang yang sedang dalam kesusahana. Kemarahan orang tersebut bukan dikarenakan sikap kita melainkan kesulitan yang dialaminya. Mungkin belajar dari sini, saya mencoba akan lebih ikhlas lagi menghadapi orang. Amiin ya robbal alamin.

Selasa, 01 Desember 2009

Keluar dari PNS

Ketika saat orang berdesakan di depan kantor departemen negara dan mengharapkan status pegawai negeri, ada saja orang yang mau keluar dari pegawai negeri di departemen yang basah meski dengan konsekuensi harus membayar uang denda.

Memang status PNS sangat menjamin hingga akhir tua minimal dapat ASKES. Ada seorang pegawai RS yang berkata enaknya PNS ngak usah bayar kalau sakit. Kalu ku pikir orang yang sakit juga bisa jadi karena kerja di PNS apalagi yang suka korupsi (he..he..he..)

Orang yang tidak memilih PNS bisa jadi karena idealisnya tetapi satu hal yang saya saluti adalah orang tersebut dapat mengambil risiko dan tahu akan konsekuensinya. Memang sebagai manusia kita hanya bisa bertawakal saja kepada Allah bukan uang pensiun apalagi ASKES.