Mungkin kita sering resah dengan rezeki kita. Baik itu orang kaya apalagi kalau oranngya miskin. Kita sering kali memikirkan berapa rezeki yang kita dapat.
Sehingga itu mendorong kita untuk bekerja keras sekali 24 jam. Bahkan jika satu hari itu lebih dari 24 jam atau katakan 25 jam maka kita akan bekerja 25 jam. Kita tidak memikirkan lagi apa yang menjadi hak tubuh kita untuk beristirahat dan makan.
Kemarin persitiwanya begini Abang dan adik saya keluar ke restoran untuk buka puasa keluar. Saya memilih di rumah karena ortu sedang sakit saya harus menemani. Eh kata adik saya makanan di restoran tidak enak. Sebaliknya saya mendapat nasi boks yang berisi ayam panggang, dan daging tumis saus tiram beserta sayur dan lalapan lainnya. Inilah saya pikir rezeki tidak dapat dikejar.
Kalau saya ikut saya belum tentu dapat makanan seperti itu. Saya juga tetap menjaga ortu. Alhamdulillah.
0 comments:
Poskan Komentar