Jumat, 30 April 2010

Kala Kesepian

Kala kesepian yang lenyap
tawa kembali dan kicauan burung bersahutan
Ternyata tawa yang tidak senang
Hati merunduk kembli lagi

Menunggu surya terbenam
Ternyata sudahmalam
Semua hari tambah sepi
Seperti di lautan padang pasir.

Minggu, 25 April 2010

Pilkada dan upacar Senin

Hari ini seorang dosen saya mengikuti pemilihan Kepala Daerah di bagian timur negeri ini. Menurut prospek dan survey, beliau akan mampu mengumpulkan sedikitnya 75% dari pemilihan pilkada tersebut. Terlebih di wilayah tersebut memiliki gubernur yang dari satu partai pengusung. Saya yakin ia akan mampu menumbangkan calon incumbent yang dulunya adalah lawannya pada pilkada lima tahun lalu.

Saya berharap beliau juga yang akan menang karena beliau memiliki semangat untuk pembaruan. Usianya yang masih kepala empat serta kesehatan yang mendukungnya akan memajukan daerah yang kaya dengan tambang tersebut. Sudah beberapa tahun daerah penghasil tambang emas tersebut tidak maju sesuai dengan ekspektasi kebanyakan warga.

Jika terpilih, saya harap beliau akan menunaikan janji-janji kampanye yang selama ini akan memajukan daerah tempat kelahirannya. Janji itu adalah utang dan akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir nanti.

Namun saya yakin dengan keahlian dan kebaikan beliau dapat menunaikan janji tersebut. Selamat berjuang Pak. Kami disini selalu mendukungmu.

Upacara Senin

Hari ini adalah hari senin. Anak SD, SMP, sampai SMU mengadakan upacara bendera. Tadi pagi Anak Tetangga sudah memakai pakaian putih-putih (rok dan blus putih) dengan topi pet merah. Tidak lupa juga rompi merah yang melambangkan SD mereka.
Saya ingat terakhir upacara adalah ketika penataran P4 di sebuah perguruan tingggi negeri. Berpakaian celana panjang putih dan kemeja lengan panjang putih. Tidak lupa dasi hitam. Dan yang tidak ketinggalan adalah jaket almamater dan topi kebanggaan perguruan tinggi tersebut.
Ketika SMA saya mempunyai pengalaman yang cukup tidak mengenakkan. Kelas kami dihukum oleh seorang guru agama Islam karena kami bernyanyi Indonesia Raya tidak serius. Kebutulan kami minggu itu menjadi paduan suara dalam Indonesia Raya.
Memang sudah banyak anak yang sudah tidak semangat. Mungkin kalau kita survey banyak anak yang tidak mau upacara bendera.

Jumat, 23 April 2010

Kalimat Bersayap
Kalimat-kalimat bersayap yang terbang tinggi
memilik dua cabang seperti lidah ular
Mengartikan bisa dengan dua sayap
karena lidahpun tidak bertulang

Apakah amarah telah mengendarai tangan
Sehingga pena tak kuasa menolak goresan
Tinta hitam telah memuncrat ke kertas putih
Sehingga penghapus tak kuasa menghilangkan

Tulisan 'kan tersimpan di dalam buku
Bahkan 'kan tersimpan pada lubuk-lubuk hati
Suatu saat tulisan itu akan meledakkan hati-hati mereka
Bahkan akan menenggelamkan suatu negara

Padamkan Amarah sebelum mengangkat pena
Letakkan sebelum kepala terasa dingin
Kepala panas takkan memadamkan api
Sedang kepala dingin kadang memadamkan api

Sampah Otak

Jika Makanan dibubuhi dari pengawet mayat
Pewarna tekstil yang membuat makanan terang
Pemanis yang merusak tubuh
Pengawet yang meracuni organ tubuh

Belum lagi sifat Iri dengki yang meracuni otak
Pendendam yang melemahkan jantung
Mereka tidak membuat insan teracuni
Namun itu cukup untuk mendatangkan setiap penyakit ke dalam tubuh ini.

Senin, 19 April 2010

Satpol PP

Tadi sore, anak-anak berlari dari arah masjid sambil berteriak siapa yang menjadi Satpol PP. Kali anak-anak tersebut akan mencoba main-main ala Satpol PP.

Nama Satpol PP sangat terkenal pasca bentrokan dengan Santri di Makam Habib Al Hadad atau yang terkenal dengan sebutan Mbah Priuk. Tiga Satpol PP menjadi korban dari peristiwa tersebut.

Setiap pihak tentu sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Saya tidak sampai hati bila kedua kubu tersebut saling menyerang dan meregang nyawa padahal solusi bisa dicari.

Dari bentrokan tersebut, kabarnya satpol PP sudah tidak ada lagi di jalan. Katanya, di lingkugan saya, jika ada satpol PP berkeliaran maka akan dikeroyoki sama anak-anak sini.

Kebencian sudah bercampur. Dendam yang lama ikut mencampur untuk menghabisi sesama.

Minggu, 04 April 2010

GT di Singapura

Minggu ini Gayus Tambunan adalah newsmaker yang sangat menarik perhatian media dan publik. Sosok orang muda yang bekerja di departemen keuangan pada direktorat pajak yang kata orang bagian basah menjadi orang yang paling dicari oleh pemirsa.

Bagaimana tidak? Orang yang hanya pegawai Golongan III A atau setara dengan golongan seorang sarjana baru diangkat menjadi PNS mempunyai uang rekening 25 Milyar, eh... katanya 28 Milyar. Berangkat dari rumah yang sangat sahaja di kawasan Utara Jakarta kini ia juga memiliki sebuah istana di kawasan Utara Jakarta jua. Kalau kita pikir tentu sangat sulit bagi seorang pegawai negeri memiliki uang. Kata teman saya yang juga PNS boro-boro punya rumah, utang saja masih numpuk.

Gayus sendiri kini berada di Singapura. Ternyata orang ini cukup licin hingga mampu terbang ke negeri singa tersebut. Ada juga yang bilang itu sih karena adanya peran mafia di Indonesia.

Sebelum lari, Satgas pemberantasan mafia hukum telah bertemu dengannya. Kata seorang anggota Satgas, Gayus menyebutkan bahwa Apa yang dilakukannya sudah biasa di instansinya dan banyak yang melakukannya.

Memang sebagai seorang terpelajar, kita tahu bahwa ada gosip yang tidak sedap mengenai pegawai pajak. Katnaya dengan gaji yang sama tapi bisa membeli mobil mewah merek Jerman.

Tentu hal seperti itu menimbulkan ketidakpercayaan bagi masyarakat kita. Kini udah ada gerakan satu juta facebooker membokoikot pajak. Ketika tulisan ini dibuat sudah ada 30 ribu pendukung. Mungkin ini akan bertambah dan bertambah lagi jika pemerintahan tidak bisa menanggapi kasus Gayus.

Jumat, 02 April 2010

Nasi Uduk di lingkungan kami

Di lingkungan kami atau satu blok yang terdiri dari enam RT atau 6 x 40 yang berarti sekitar 240 rumah ada tujuh pedagang sarapan pagi yang menjual nasi uduk dan  lontong sayur. Jadi setiap RT mempunyai satu pedagang.

Tentu mereka mempunyai cita rasa yang berbeda memang salah satu dari pedagang tersebut adalah yang paling laku. Alhamdulillah mereka semua dapat menjual dengan laku.

Itulah rupanya rezeki dari seorang yang berusaha. Kalau tidak berusaha tentu tidak akan laku karena tidak ada yang kita jual.

Seberapapun banyaknya pesaing, kita tidak perlu khawatir karena kita punya keunggulan masing-masing. Ada satu penjual yang menjual nasi yang gurih, ada penjual yang mempunyai kelebihan pada cita rasa sambal, ada penjual yang keahliannya pada gorengan dan semua berbeda. Yang penting kita tetap berusaha.



Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!