Rabu, 27 Oktober 2010

Ikut Ujian CPNS UI

Kemarin pagi, jadi juga ikut ujian CPNS di Universitas Indonesia. Dengan motivasi Nothing too Loose, saya berharap ini adalah usaha saya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Peserta memang tidak banyak namun kualitas dari pesaing, tidak dapat diragukan lagi. Mereka yang berpeluang untuk masuk cpns adalah yang pernah honorer atau sedang honorer di Universitas Indonesia.
Kata seorang pegawai honorer, Mereka harus mendapat status PNS untuk menjadi pegawai di Universitas Indonesia.
Perpustakaan UI

Soal seluruhnya aku kerjakan tapi saya yakin berhasil. Ah, sudahlah saya tetap tidak boleh berharap banyak dari sana. Kalaupun 100% soal saya kerjakan belum tentu saya akan benar 100%. Belum tentu saya akan diterima di UI apalagi masih ada ujian wawancara. Bagaimana nanti wawancara yang akan menjegal saya? Jangan mengharap lagi. Saya akan tetap mengerjakan apa yang saya bisa kerjakan hari ini.

&&&
Malam-malam sempat tidak bisa tertidur beberapa saat. Saya yakin saya telah berbuat satu kejahatan hati terhadap saudara saya. Saya sepertinya "bersyukur" atas musibah yang terjadi pada dirinya. Seharusnya saya harus beristighfar dan memohon ampunan atas dosa hati ini.


Photo by: turkifaisal2003

Sabtu, 23 Oktober 2010

Bekerja bukan bengong

Kita mungkin sering mendengar kalau orang suka mengitimidasi dengan senjata tajam. Sang empunya pemilik pisau atau golok pasti akan berkata, "saya tusuk kamu". Kebanyakan orang pasti akan ketakutan dengan ancaman terlebih seseorang yang tidak punya alat untuk melawan. Ancaman tersebut   memang baru ancaman yang berarti sang pemegang senjata tajam belum menusukkan senjata tajamnya ke orang yang diancam. Tapi pada suatu daeah saya mendengar, kalau orang berkata saya tusuk kamu berarti pisau sudah dihujamkan ke badan orang. Memang Indonesia yang penuh dengan suku dan bangsa ini memiliki adat yang berlainana.
Maksud post di blog ini bukan bermaksud untuk mempromosikan suatu kekerasan namun ini suatu pelajaran bahwa jika kita hanya bisa berkata maka kita tidak akan mampu mengerjakan sesuatupun. Mungkin lebih baik kita kerjakan dulu baru kita ngomong apa yang kita kerjakan. Saya sering mendengar bualan adik mantan boss saya bahwa dia akan menulis tulisan yang mengkritis suatu partai. Tapi hingga berjalan beberapa tahun ia tidak menulis apapun. Kerjaannya tidur kecepatan paling lama jam 10 malam udah tidur tapi jam 11 pagi baru bangun.
Apa yang bisa kita kerjakan hari ini kita kerjakan segera jangan tunggu hari esok karena hari esok akan menjadi hari ini suatu saat

Anak Mengharap Uang Kecil: Andai ku bisa

Jika lebran sudah biasalah kita menerima uang dari saudara ataupun kakek. Apalagi saudara kita tersebut mempunyai pekerjaan yang menghasilkna banyak uang Siapa anak kecil yang tidak suka uang? Pasti mereka suka. Mereka akan mengingat pemberian kita mungkin seumur hidupnya. Kita pasti ingat siapa yang suka memberi kita uang sewaktu kecil.
Mungkin tahun ini memang saya belum bisa memberi anak-anak uang. Maklum uang proyek lagi gak ada. Ada keponakan yang salaman ama saya. Padahal adik saya ngasih duit banyak. Mungkin ia pikir saya akan memberikan uang banyak. Ternyata ia harus kecewa karena saya tidak memberikan uang. Saya juga kecewa terhadap diri saya sendiri.

Selasa, 19 Oktober 2010

Apa kami meminta Lebih?

Telah lama kami berkubang lumpur
Kehilangan harta milik kami
Apakah kami berlebih
Jika meminta apa yang menjadi hak kami

BBM selalu naik
Hargapun pasti akan naik kecuali harga diri
Gaji PNS kecil tidak akan membantu
Apalagi BLT yang cuma enam bulan

Hai pemimpin apakah kami wargamu?
Apakah kami berhak hidup?
Apakah pemintaan kami berlebih?

Takutlah dengan pengadilan akhir
Tanpa pengacara
Tanpa juru bicara
Tanpa ada yang membela

Kamis, 14 Oktober 2010

Putus Bak Selebriti

Di tengah lingkungan kami ada seorang pengusaha yang cukup mapan. Ia memang sangat mempunyai kemauan dan tekad yang baja. Berangkat dari desa dengan serba kekurangan menyelami lautan Jakarta yang lebih kejam dari Ibu Tiri. Setelah beberapa tahun ia mengalami kemajuan yang sangat berarti. Kantor medianya berkembang, Ia mencetak beberapa majalah, tabloid dan sejenisnya. Ada satu tabloid yang sangat laku di pasaran.

Sebagai orang yang kaya, ia sangat dihormati oleh tetangga. Apalagi banyak penjilat-penjilat yang mengharapkan keuntungan dari orang ini. Berita tidak sedap dari si pengusaha adalah karena Ia memutuskan hubungan anak laki-lakinya dengan kekasihnya yang sudah dibina lebih dari 12 tahun Bahkan sudah ada pembicaraan ke arah yang lebih serius lagi. Padahal sang kakak Anak Lakik-laki sudah datang ke rumah ibu dari perempuan sebagai perwujudan niatan baik untuk membina hubungan yang serius.

Yang anehnya, berita ini menjadi gosip Bapak-bapak di masjid ( gak salah tuh bapak gosip di masjid) Seluruh RW sudah tahu mungkin seluruh kelurahan juga tahu bahwa anak pengusaha tidak jadi menikah dengan kekasinya. saya kira ini seperti cerita selibritis saja. 

.