Minggu, 27 November 2011

Berlagak Seperti Eksekutif

Dulu ketika saya bersekolah di Sekolah Menengah Pertama, saya ikut dengan ekskul karate. Saya merasakan olahraga ini sangat bermanfaat bagi kesehatan dan mental saya. Si Simpai atau guru seringkali memberi pelajaran yang bermanfaat bagi kita seperti pelajaran etika.
Suatu hari si simpai sedikit jengkel karena anak didiknya nyelonong pulang tanpa izin sebelum jam latihan selesai. Esoknya ia memanggil si murid. Yang dialognya kurang lebih seperti ini:
"Kenapa kau pergi tak izin"
"Aduh, simpai saya sedang buru-buru"
"Eksekutif saja bisa ditunda 10 menit kalau pesawat belum datang"
Kemudian ada beberapa dialog yang saya tidak ketahui persisnya namun si simpai menekankan eksekutif.
Kita yang belum eksekutif bertindak lebih dari eksekutif. Kita tidak peduli orang lain dengan alasan sibuk. Kadang ada yang jika ditelepon menanyakan dari mana nomor teleponnya padahal ia adalah teman dekat saya. Sebegitu pentingkah mereka dari eksekutif?

0 comments: