Senin, 14 November 2011

Jatuh Bangun

Kesel udah sampai ke ubun-ubun. Bagaimana tidak? Kamar saya yang menadi tempat aktivitas saya menjadibau karena anak-anaknya yang suka berak di tempat sembarangan. Kalau beraknya teratur maka tidak menjadi masalah karena dengan begitu ruangan tidak bau. Tetapi karena ini sudah kebauan saya jadi gak tahan.
ketika sedang menyusu ku tutup dengan kandang kucing plastik. Biarlah aku sudah tidak tahan dengan kucing ini. Sebelumnya juga saya berusaha mengusir kucing ini dengan cara tidak memberi pakan. Tapi apa daya kucing ini tetap tinggal di sini dan membuat sampah dengan cara memburu tikus. Tikusnya kadang disisakan di keset kamar mandi. Mau tidak mau saya harus membuang tikus tersebut.
Tapi ada rasa sesal juga. Jangan-jangan kucing ini juga membawa rezeki bagi saya. Ah, tidaklah ada kucing tersebut membuat saya marah. Kemarin kucing tersebut mencuri ayam goreng pedas saya. Saya sempat marah dengan hal tersebut namun apa boleh buat. Mungkin saya harus diet ayam goreng.
Sudahlah kini kucing itu sudah keluar dari rumah kami mudah-mudahan tidak ada kucing lagi disini. Saya benci dengan kotorannya.

Jatuh bangun

Saya nonton di TV swasta. Pada acara itu, disiarkan seorang cacat kaki sejak umur tiga tahun yang berjuang untuk mencari nafkah demi anak dan istrinya.
Baginya jatuh bangun sudah biasa ketika mencari bambu untuk membuat sangkar. Kadang dalam sehari ia mengalami jatuh bangun sebanyak lebih dari satu kali.
Semangatnya tidak terbendung demi anak dan istrinya.
Kita sering jatuh bangun dalam hidup ini. Kadang hal itu membuat kita hampir saja putus asa. Kita tidak mau berusaha lagi untuk bangkit dan berusaha. Melihat orang tersebut, saya menjadi bersemangat kembali. Saya harus berbuat lebih baik dan bersemangat tinggi apalagi kita diberikan raga yang sempurna. Malu kita kalau kita tidak berusaha.

0 comments: