Dalam perang setiap pihak akan berusaha menjatuhkan pihak yang lainnya. Jika tidak pihak tersebut akan hancur. Perang yang berisi kaum muda atau kaum tua yang mungkin saja berhubungan yakni hubungan ayah-anak atau sanak dan keluarga. Kadang musuh akan membunuh ayah atau membunuh sang anak. Sebaliknya sang ayah atau sang anak yang masih hidup bisa jadi membunuh ayah atau anak orang lain. Ini sebuah konsekuensi yang tidak bisa dihindari.
Dalam hidup ini, kita juga sering dikecewakan oleh orang lain. Hal itu bisa jadi karena mereka tidak mau membantu kita atau mereka telah membuat sesuatu yang menyakitkan diri kita baik sengaja atau tidak sengaja.
Dalam pikiran kita, kenapa mereka menyakiti kita? Padahal kita tidak menyakiti mereka? Mereka tidak akan puas sebelum kita celaka?
Sering juga kita sering dikecewakan karena orang yang tidak mau membantu padahal kita sangat membutuhkan bantuan itu dan kita yakin ia bisa membantu kita. Sayang seribu sayang ia tidak membantu kita. Kekecewaan memuncak dan sepertinya kita sudah tidak bisa lagi berbicara dengannya.
Jurnal kehidupan seorang Manusia dan Negara ini. Arloji Forlan mengupas secar jujur seperti Arloji yang selalu menunjukkan kebenaran. Segala masalah baik sosial, budaya, pemerintahan sampai berbicara mengenai blog dan menulis.
Jumat, 08 April 2011
Rabu, 06 April 2011
Kalau harta kita yang menjaga, Kalau ilmu kita yang dijaga ilmu
Sepak terjang Melinda Dee yang telah menilep uang nasabah sekitar 17 Milyar rupiah memang sangat mengkhawatirkan bagi dunia perbankan kita. Kepercayaan orang terhadap lembaga keuangan berkurang dengan adanya penyelewengan oknum.
Mungkin kita berpikir bagaimana kalau menaruh uang di saham? Ah, apalagi saham bisa-bisa uang kita ambles.
Beberapa orang berpikir bahwa bagaimana kalau menaruh uang di sawah, rumah, mobil, dan lain-lain? Banyak orang pikir bahwa itu semua akan hancur?
Memang kebanyakan harta membuat orang menjadi binggung. Harta menjadikan kita budak sebab kita harus menjaganya jangan sampai orang lain mengambilnya dengan secara tidak hak.
Memang benar kata orang kalau kita punya harta maka kita yang harus menjaga harta sedangkan kalau kita punya ilmu maka ilmu yang akan menjaga kita.
Kalau saja ada orang yang mencuri ilmu kita dengan mencuri karya itu bukan berarti ilmu kita melainkan ia hanya mencuri royalti kita. Ilmunya tetap ada di kita walaupun kita tidak menghasilkan uang. Kita tetap mendapat pahala jika kita ikhlas. Tentu juga suatu saat kita akan mendapat uang atas jerih payah yang selama ini kita usahakan.
Jika saya mempunyai uang lagi mungkin saya akan melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi lagi karena ilmulah yang akan menjaga. Tidak ada ceritanya pencuri yang mencuri ijazah atau ilmu kita yang ada adalah pencuri yang mencuri harta.
Baca juga :
What is Ponzi Scheme
Mungkin kita berpikir bagaimana kalau menaruh uang di saham? Ah, apalagi saham bisa-bisa uang kita ambles.
Beberapa orang berpikir bahwa bagaimana kalau menaruh uang di sawah, rumah, mobil, dan lain-lain? Banyak orang pikir bahwa itu semua akan hancur?
Memang kebanyakan harta membuat orang menjadi binggung. Harta menjadikan kita budak sebab kita harus menjaganya jangan sampai orang lain mengambilnya dengan secara tidak hak.
Memang benar kata orang kalau kita punya harta maka kita yang harus menjaga harta sedangkan kalau kita punya ilmu maka ilmu yang akan menjaga kita.
Kalau saja ada orang yang mencuri ilmu kita dengan mencuri karya itu bukan berarti ilmu kita melainkan ia hanya mencuri royalti kita. Ilmunya tetap ada di kita walaupun kita tidak menghasilkan uang. Kita tetap mendapat pahala jika kita ikhlas. Tentu juga suatu saat kita akan mendapat uang atas jerih payah yang selama ini kita usahakan.
Jika saya mempunyai uang lagi mungkin saya akan melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi lagi karena ilmulah yang akan menjaga. Tidak ada ceritanya pencuri yang mencuri ijazah atau ilmu kita yang ada adalah pencuri yang mencuri harta.
Baca juga :
What is Ponzi Scheme
Labels:
bank,
harta,
ilmu,
melinda dee
| Reactions: |
Langgan:
Entri (Atom)