Dulu ketika saya bersekolah di Sekolah Menengah Pertama, saya ikut dengan ekskul karate. Saya merasakan olahraga ini sangat bermanfaat bagi kesehatan dan mental saya. Si Simpai atau guru seringkali memberi pelajaran yang bermanfaat bagi kita seperti pelajaran etika.
Suatu hari si simpai sedikit jengkel karena anak didiknya nyelonong pulang tanpa izin sebelum jam latihan selesai. Esoknya ia memanggil si murid. Yang dialognya kurang lebih seperti ini:
"Kenapa kau pergi tak izin"
"Aduh, simpai saya sedang buru-buru"
"Eksekutif saja bisa ditunda 10 menit kalau pesawat belum datang"
Kemudian ada beberapa dialog yang saya tidak ketahui persisnya namun si simpai menekankan eksekutif.
Kita yang belum eksekutif bertindak lebih dari eksekutif. Kita tidak peduli orang lain dengan alasan sibuk. Kadang ada yang jika ditelepon menanyakan dari mana nomor teleponnya padahal ia adalah teman dekat saya. Sebegitu pentingkah mereka dari eksekutif?
Jurnal kehidupan seorang Manusia dan Negara ini. Arloji Forlan mengupas secar jujur seperti Arloji yang selalu menunjukkan kebenaran. Segala masalah baik sosial, budaya, pemerintahan sampai berbicara mengenai blog dan menulis.
Minggu, 27 November 2011
Jumat, 25 November 2011
Jambu air Hijau
Tadi pagi kuberjalan-jalan tiga putaran. Kebiasaan rutin untuk berolahraga setelah selama sebulan belum juga berolahraga. Kini saya coba berjalan rasanya enak juga melaksanakan jalan pagi ba'da shubuh. Udara masih bersih karena belum banyak orang yang menjalankan kendaraan bermotor.
Saya melihat jambu tetangga saya runtuh dan jatuh di depan rumah tetangga saya. Jambu air berwarna hijau tersebut sudah bonyok atau hancur sebagian akibat jatuh dan terkena aspal. Saya berpikir untuk mengambilnya sebiji untuk si Kura burung Trucukan saya yang saya baru beli.
Ah, tidaklah. Buat apa, saya kok masih banyak pisang enam sisir lagi dan saya juga punya pohon jambu air di kebun saya. Meski saya yakin pemiliknya pasti tidak akan peduli dengan jambu air yang ada di bawah tersebut daripada sayang khan lebih baik kasih ke si burung. Saya jadi teringat dengan kisah Ayah dari Imam Syafe'i yang meminta kerelaan dari pemilik apel yang sudah jatuh ke kali.
Saya melihat jambu tetangga saya runtuh dan jatuh di depan rumah tetangga saya. Jambu air berwarna hijau tersebut sudah bonyok atau hancur sebagian akibat jatuh dan terkena aspal. Saya berpikir untuk mengambilnya sebiji untuk si Kura burung Trucukan saya yang saya baru beli.
Ah, tidaklah. Buat apa, saya kok masih banyak pisang enam sisir lagi dan saya juga punya pohon jambu air di kebun saya. Meski saya yakin pemiliknya pasti tidak akan peduli dengan jambu air yang ada di bawah tersebut daripada sayang khan lebih baik kasih ke si burung. Saya jadi teringat dengan kisah Ayah dari Imam Syafe'i yang meminta kerelaan dari pemilik apel yang sudah jatuh ke kali.
Kamis, 24 November 2011
Motor Ngebut di Jakarta dan LAwakan yang gak sopan
Kemarin pulang dari perpustakaan, naik bis umum. Ketika ingin menyeberang ada motor yang kencang masih jauh. Saya memberikan tangan agar ia tidak mengencangkan kendaraan. Tetapi apa yang terjadi, ia tetap menancap motornya kencang tanpa ada usaha untuk memelankan. Memang kebanyakan perilaku motorer atau biker di Jakarta gak sopan.
Ah, sudahlah ngapai mikirin orang yang gak mau ngalah. Kalau kita maksakan nyeberang pasti kita berabe. Bisa saja kita meninggal atau kita bisa masuk rumah sakit. Yah, kita husnudzon saja, orang tersebut mau ke rumah sakit atau sedang dalam kebutuhan yang darurat.
Lawak sekarang sudah tidak sopan lagi
Hendaknya KPI juga menegur tayangan lawak yang menayangkan pelecehan seperti menyembur air ke muka lawan main. Tentu hal ini sudah tidak sesuai lagi dengan adat kebiasaan kita dan ahlak. Di negeri Barat sendiri yang menganut kebebasan juga mengatur hal-hal dalam tayangan lawak. Belum ada saya lihat lawakan Barat yang ada adegang menyemburnya seperti itu.
Ah, sudahlah ngapai mikirin orang yang gak mau ngalah. Kalau kita maksakan nyeberang pasti kita berabe. Bisa saja kita meninggal atau kita bisa masuk rumah sakit. Yah, kita husnudzon saja, orang tersebut mau ke rumah sakit atau sedang dalam kebutuhan yang darurat.
Lawak sekarang sudah tidak sopan lagi
Hendaknya KPI juga menegur tayangan lawak yang menayangkan pelecehan seperti menyembur air ke muka lawan main. Tentu hal ini sudah tidak sesuai lagi dengan adat kebiasaan kita dan ahlak. Di negeri Barat sendiri yang menganut kebebasan juga mengatur hal-hal dalam tayangan lawak. Belum ada saya lihat lawakan Barat yang ada adegang menyemburnya seperti itu.
Rabu, 16 November 2011
Modus Operandi Penipu di Atas Jembatan
Siapa yang bilang hidup tidak semakin susah? Kecuali orang-orang yang gampang mencari uang. Banyak cara yang orang lakukan agar bertahan hidup. Ada yang mengambil jalan halal dengan bekerja apa saja walau dengan upah sedikit dan kedua ada orang yang membenarkan cara demi uang.
Ketika saya ke Pasar Pramuka saya temukan dua orang dengan pakain kerja setelah baju lengan panjang dengan celana gelap memegang amplop. Saya kira amplop itu amplop sumbangan melainkan amplop tersebut adalah amplop yang katanya ada hadiah. Saya belum tahu apa isi dari amplop tersebut namun saya tidak yakin mereka mencari uang dengan cara yang halal. Mereka mungkin menipu ibu-ibu atau orang. Modus seperti ini saya temukan juga di jembatan jatinegara mester, jembatan UI salemba. Mungkin di tempat lain masih ada modus seperti ini. Sungguh terlalu bagi orang-orang tersebut.
Foke kena kritik gara-gara rusa
Jadi pejabat mungkin tidak enak karena salah sedikit menjadi cibiran orang. Kini Foke mendapat kritik karena masalah rusa yang ada di monas. Katanya rusa tersebut kelaparan karena kekeringan. Rusa yang berjumlah 40 tersebut dipindahkan sebagian ke kebun binatang ragunan.
Ketika saya ke Pasar Pramuka saya temukan dua orang dengan pakain kerja setelah baju lengan panjang dengan celana gelap memegang amplop. Saya kira amplop itu amplop sumbangan melainkan amplop tersebut adalah amplop yang katanya ada hadiah. Saya belum tahu apa isi dari amplop tersebut namun saya tidak yakin mereka mencari uang dengan cara yang halal. Mereka mungkin menipu ibu-ibu atau orang. Modus seperti ini saya temukan juga di jembatan jatinegara mester, jembatan UI salemba. Mungkin di tempat lain masih ada modus seperti ini. Sungguh terlalu bagi orang-orang tersebut.
Foke kena kritik gara-gara rusa
Jadi pejabat mungkin tidak enak karena salah sedikit menjadi cibiran orang. Kini Foke mendapat kritik karena masalah rusa yang ada di monas. Katanya rusa tersebut kelaparan karena kekeringan. Rusa yang berjumlah 40 tersebut dipindahkan sebagian ke kebun binatang ragunan.
Senin, 14 November 2011
Jatuh Bangun
Kesel udah sampai ke ubun-ubun. Bagaimana tidak? Kamar saya yang menadi tempat aktivitas saya menjadibau karena anak-anaknya yang suka berak di tempat sembarangan. Kalau beraknya teratur maka tidak menjadi masalah karena dengan begitu ruangan tidak bau. Tetapi karena ini sudah kebauan saya jadi gak tahan.
ketika sedang menyusu ku tutup dengan kandang kucing plastik. Biarlah aku sudah tidak tahan dengan kucing ini. Sebelumnya juga saya berusaha mengusir kucing ini dengan cara tidak memberi pakan. Tapi apa daya kucing ini tetap tinggal di sini dan membuat sampah dengan cara memburu tikus. Tikusnya kadang disisakan di keset kamar mandi. Mau tidak mau saya harus membuang tikus tersebut.
Tapi ada rasa sesal juga. Jangan-jangan kucing ini juga membawa rezeki bagi saya. Ah, tidaklah ada kucing tersebut membuat saya marah. Kemarin kucing tersebut mencuri ayam goreng pedas saya. Saya sempat marah dengan hal tersebut namun apa boleh buat. Mungkin saya harus diet ayam goreng.
Sudahlah kini kucing itu sudah keluar dari rumah kami mudah-mudahan tidak ada kucing lagi disini. Saya benci dengan kotorannya.
Jatuh bangun
Saya nonton di TV swasta. Pada acara itu, disiarkan seorang cacat kaki sejak umur tiga tahun yang berjuang untuk mencari nafkah demi anak dan istrinya.
Baginya jatuh bangun sudah biasa ketika mencari bambu untuk membuat sangkar. Kadang dalam sehari ia mengalami jatuh bangun sebanyak lebih dari satu kali.
Semangatnya tidak terbendung demi anak dan istrinya.
Kita sering jatuh bangun dalam hidup ini. Kadang hal itu membuat kita hampir saja putus asa. Kita tidak mau berusaha lagi untuk bangkit dan berusaha. Melihat orang tersebut, saya menjadi bersemangat kembali. Saya harus berbuat lebih baik dan bersemangat tinggi apalagi kita diberikan raga yang sempurna. Malu kita kalau kita tidak berusaha.
ketika sedang menyusu ku tutup dengan kandang kucing plastik. Biarlah aku sudah tidak tahan dengan kucing ini. Sebelumnya juga saya berusaha mengusir kucing ini dengan cara tidak memberi pakan. Tapi apa daya kucing ini tetap tinggal di sini dan membuat sampah dengan cara memburu tikus. Tikusnya kadang disisakan di keset kamar mandi. Mau tidak mau saya harus membuang tikus tersebut.
Tapi ada rasa sesal juga. Jangan-jangan kucing ini juga membawa rezeki bagi saya. Ah, tidaklah ada kucing tersebut membuat saya marah. Kemarin kucing tersebut mencuri ayam goreng pedas saya. Saya sempat marah dengan hal tersebut namun apa boleh buat. Mungkin saya harus diet ayam goreng.
Sudahlah kini kucing itu sudah keluar dari rumah kami mudah-mudahan tidak ada kucing lagi disini. Saya benci dengan kotorannya.
Jatuh bangun
Saya nonton di TV swasta. Pada acara itu, disiarkan seorang cacat kaki sejak umur tiga tahun yang berjuang untuk mencari nafkah demi anak dan istrinya.
Baginya jatuh bangun sudah biasa ketika mencari bambu untuk membuat sangkar. Kadang dalam sehari ia mengalami jatuh bangun sebanyak lebih dari satu kali.
Semangatnya tidak terbendung demi anak dan istrinya.
Kita sering jatuh bangun dalam hidup ini. Kadang hal itu membuat kita hampir saja putus asa. Kita tidak mau berusaha lagi untuk bangkit dan berusaha. Melihat orang tersebut, saya menjadi bersemangat kembali. Saya harus berbuat lebih baik dan bersemangat tinggi apalagi kita diberikan raga yang sempurna. Malu kita kalau kita tidak berusaha.
Kamis, 10 November 2011
Kucing Yang lucu, SAlah Paham Papua, Burung Yang Kabur
Kucing yang lucu
Kucing kecil adalah salah satu binatang yang paling menggemaskan. Kalau sedang bercengkrama, mereka terlihat lebih lucu lagi. Sayangnya kucing juga memberikan ekses yang buruk. Mereka membuang kotoran di tempat tersembunyi dan kadang mereka kadang mengikuti kalau kita sedang jalan.
Kadang mereka tertendang dan teriak sehingga kadang kita bisa terjatuh atau kaget. Saya menyukai kucing kalau rumah saya besar tapi rumah kota yang kecil
Salah-salahan di Papua
Bumi Papua kembali meradang. Enam orang tewas pada kerusuhan karena Kongres Rakyat Papua ke 3 pada 19 Oktober 2011.
Pemerintahan telah memberikan otonomi khusus bagi Provinsi yang terakhir bergabung dengan NKRI pada tahun 1962. Dana Otsus adalah sekitar 32 Trilyun pertahun katanya tapi tidak ada kemajuan yang berarti untuk tanah di ujung timur Indonesia tersebut. Beberapa pihak menyakahkan pemerintahan Papua yang tidak menyalurkan dana otsus.
sudah jelas disini bahwa uang 32 Trilyun bukanlah sesuatu yang harus diributkan. Mengapa kita tidak meributkan uang yang banyak. Uang yang ada di freeport. Emas, Uranium, tembaga atau apapun itu banyak terkandung di dalamnya. Pemerintah harus bisa mengubah kontrak pertambangan dengan Freeport.
Jangan sampai kita cuma dapat1,2, atau 3 persen saja. Dalam hal ini saya sangat setuju dengan langkah SBY yang akan meninjau kontrak. Tentu saja kontrak yang akan datang menjadi lebih adil. Indonesia harus mendapat seluruh kekayaan emasnya. Jadi bukan hanya 50,60, atau 70% saja melainkan seluruhnya.
Burung Kabur
Kesel juga rasanya, Burung turucukan, sejenis kutilang, lari dari sangkar dari depan rumah.
Ceritanya saya akan memasukkan pakan ke dalam kandang berupa pisang kepok putih yang sudah menguning. Saya tidak menyangka biasanya burung kenari yang saya pelihara meski geladak tidak mau mendekati pintu kandang. Ini lain si trucukan mencoba menembus pintu kandang meski tangan saya masih ada di dalam kandang.
Burung tersebutpun melesat keluar menuju kebebasannya. Ia nangkring didepan rumah saya sebentar dan berlari sampai saya mengejarnya. Ia kemudian terbang ke depan rumah saya ke tetangga. Ia sudah terpojok namun ia lolos juga. Dasar burung lihai. Ia terbang lagi ke depan pohon tetangga. Saya mencoba, Ia terbang lagi lebih tinggi ke tingkat. Saya mendorong dengan galah dan ia pun ketas rumah.
Saya minta izin ke remuah
Kucing kecil adalah salah satu binatang yang paling menggemaskan. Kalau sedang bercengkrama, mereka terlihat lebih lucu lagi. Sayangnya kucing juga memberikan ekses yang buruk. Mereka membuang kotoran di tempat tersembunyi dan kadang mereka kadang mengikuti kalau kita sedang jalan.
Kadang mereka tertendang dan teriak sehingga kadang kita bisa terjatuh atau kaget. Saya menyukai kucing kalau rumah saya besar tapi rumah kota yang kecil
Salah-salahan di Papua
Bumi Papua kembali meradang. Enam orang tewas pada kerusuhan karena Kongres Rakyat Papua ke 3 pada 19 Oktober 2011.
Pemerintahan telah memberikan otonomi khusus bagi Provinsi yang terakhir bergabung dengan NKRI pada tahun 1962. Dana Otsus adalah sekitar 32 Trilyun pertahun katanya tapi tidak ada kemajuan yang berarti untuk tanah di ujung timur Indonesia tersebut. Beberapa pihak menyakahkan pemerintahan Papua yang tidak menyalurkan dana otsus.
sudah jelas disini bahwa uang 32 Trilyun bukanlah sesuatu yang harus diributkan. Mengapa kita tidak meributkan uang yang banyak. Uang yang ada di freeport. Emas, Uranium, tembaga atau apapun itu banyak terkandung di dalamnya. Pemerintah harus bisa mengubah kontrak pertambangan dengan Freeport.
Jangan sampai kita cuma dapat1,2, atau 3 persen saja. Dalam hal ini saya sangat setuju dengan langkah SBY yang akan meninjau kontrak. Tentu saja kontrak yang akan datang menjadi lebih adil. Indonesia harus mendapat seluruh kekayaan emasnya. Jadi bukan hanya 50,60, atau 70% saja melainkan seluruhnya.
Burung Kabur
Kesel juga rasanya, Burung turucukan, sejenis kutilang, lari dari sangkar dari depan rumah.
Ceritanya saya akan memasukkan pakan ke dalam kandang berupa pisang kepok putih yang sudah menguning. Saya tidak menyangka biasanya burung kenari yang saya pelihara meski geladak tidak mau mendekati pintu kandang. Ini lain si trucukan mencoba menembus pintu kandang meski tangan saya masih ada di dalam kandang.
Burung tersebutpun melesat keluar menuju kebebasannya. Ia nangkring didepan rumah saya sebentar dan berlari sampai saya mengejarnya. Ia kemudian terbang ke depan rumah saya ke tetangga. Ia sudah terpojok namun ia lolos juga. Dasar burung lihai. Ia terbang lagi ke depan pohon tetangga. Saya mencoba, Ia terbang lagi lebih tinggi ke tingkat. Saya mendorong dengan galah dan ia pun ketas rumah.
Saya minta izin ke remuah
Senin, 07 November 2011
Akhirnya Berhenti Juga
Akhirnya berhenti juga
Ada seorang ibu guru yang kalau ngomong sulit sekali akan berhenti. Di bus atau kendaraan umum kalau sudah nyap-nyap tidak mau berhenti. Bahkan saudara yang turut ikut dalam bis tersebut menjadi gak enak hati kalau denger ia sedang nyap-nyap.
Entah ia punya baterai sejenis Energizer yang tidak bisa berhenti pokoknya ada saja yang dibicarakan. Sampai-sampai aktu ada oomnya yang anggota DPR sedang tahlilan di rumah paman saya. Ia tidak segan menyinggung kerjaan anggota DPR yang Datang Diem dan Duit alias D3. Tentu saja ponakannya menilai, ia seperti kurang kerjaan atau sempat-sempatnya saja menanyakan hal itu pada tahlilan.
Karena bicaranya yang tidak bisa diatur, kadang ia tidak bisa diajak ke acara yang serius seperti perkenalan atau lamaran. Orang akan merasa malu jika ia sudah mulai bicara. Jangan-jangan proses lamaran tidak jadi jika ia ikut2an.
Kini ia harus menyesali perbuatannya. Tidak ada yang percaya dengan omongannya yang selalu dilebay-lebaykan.
Mencari Burung di Jatinegara
Saya berjalan ke Jatinegara, setelah mencari tempat kursus di Kp Melayu dan mencari buku di toko buku Gramedia. Berjalan seperti tanpa tujuan. Melalui kios-kios penjual ikan, lalu kios penjual pakan dan kandang, serta terkahir kios penjual burung dan ayam.
Sebenarnya saya ingin cari ayam serama tapi tidak ada ayam yang cocok bagi saya. Semua ayam, ayam kate kalaupun ada ayam katenya sakit. Saya khawatir ayam tersebut akan mati setelah dipelihara beberapa hari.
Akhirnya saya tidak jadi lagi membeli hewan peliharaan. Mungkin nanti, saya akan membeli ayam serama di pasar burung pramuka.
Menghina Orang
Tidak ada dari kita yang pernah dihina orang. Meski kita sudah baik dan berprestasi apalagi kalau kita belum punya pekerjaan. Mereka mungkin melabelkan kita sebagai "sampah". Dalam hidup ini kita akan marah dan terasa tercabik jika seseorang menghina kita meski kita tahu bahwa memang kita belum tentu seburuk apa yang mereka kira.
Saya melihat ke dalam diri ini. Kadang saya dan kita menghina pemberian Allah dengan tidak bersyukur kepadanya. Kalau begini, bukankah kita menghina Allah. Mudah-mudahan saya tidak termasuk orang yang menghina Allah.
Langgan:
Entri (Atom)