Jumat, 30 Desember 2011

Satpam tendang Suster Ngesot

Satpam yang menendang "Suster Ngesot" sudah dijadikan tersangka. Memang biar bagaimananpun seorang Satpam tidak bisa serta merta melakukan anarki meski si suster salah. Suster tersebut giginya patah dan mengalami luka yang cukup serius.
Bukan maksud saya membela si suster yang juga salah karena ingin menakuti temannya tanpa pemberitahuan ke pengelola apartemen.
Si Satpam juga tidak salah karena ia mempunyai gerak refleks. Seharusnya refleks itu bukan untuk menendang tetapi mencegah setan itu menakuti orang apartemen. Si satpam seharusnya bisa bijak.
Ketika orang hanya menyengol kita jangan kita memukulnya hingga berdarah-darah. Orang yang salahnya kecil dibalas dengan kesalahan besar. Tentu Orang seperti itu adalah zholim.
Saya juga pernah mengalami ketika saya sedang naik bus way. Saya tanpa sengaja menyenggol bahu seorang anggota TNI dan dengan refleks bahunya mendorong saya. Tnetu saja saya tidak mau ribut dengan orang biasa saja saya tak mau ribut apalagi anggota TNI. Sedikit kesal tapi biasa memahami. Ini supaya menjadi pelajaran di masa depan.

Main Game or Play The game
Kadang kesusahan hidup ini membuat kita terhenti buat berusaha. Seolah tidak ada lagi harapan untuk keluar dari kesulitan kita. Ada yang baru mencoba sekali langsung KO tapi ada juga yang mencoba puluhan kali baru KO.
Kadang memang sih hati ini takut jika usaha kita yang sia-sia tersebut hanya menghabisi waktu dan umur kita. Kita merasa percuma dengan waktu yang berjalan begitu cepat.
Sebenarnya tidak begitu. Kita harus selalu berusaha dengan keyakinan usaha ini akan berhasil. Tidak ada usaha yang cepat berhasil tapi usaha yang berkembang perlahan dan sambil kita nikmati proses yang sedang berjalan.
Sebagian kita mungkin senang game. Apa yang langsung kita lakukan jika kita tidak dapat melewati suatu level kita pasti akan mengulangnya hingga kita hingga kita bisa melewati level itu.

Kamis, 29 Desember 2011

Runtuhnya Keadilan di Negeri Ini

Negeri ini seolah-olah menanggis kembali dengan tragedi kemanusiaan yang menewaskan setidaknya tiga orang di daerah bima. Protes masyarakat yang menduduki pelabuhan di Bima tersebut. Padahal sebelumnya masyarakat ini juga sudah terluka akibat kasus Mesuji.
Banyak pengamat yang menilai pemerintahan lebih berfihak kepada pemodal daripada rakyatnya. Pada masyarakat liberal, pemodal yang besar adalah hal yang penting. Mereka dapat menggelontorkan uangnya untuk siapa saja. Dengan mudahnya mereka bebas dari hukum.
Tentu ini sudah tidak lagi menjunjung nilai-nilai keadilan seperti yang dicita-citakan oleh tujuan negara ini. Nabi Muhammad pernah marah atas keadilan yang tidak ditegakkan. Ia berkata jika Fathimah anaknya mencuri, ia sendiri yang akan memotong kedua tangannya. Subhanallah, jaminan keadilan dari seorang Al 'amin jelas bukan basa basi semata.
Keadilan yang tidak ditegakkan akan mempercepat kehancuran sebuah negara. Saya sendiri binggung dengan pejabat yang bicara "NKRI harga mati" tetapi ia sendiri mempercepat kehancuran NKRI dengan cara berbuat tidak adil.


kesempatan menebus kesalah solah tertutup

Gerbang pengampunan seolah tertutup
Karena Usia telah melampui
Atas kesalahan satu dekade yang lalu
Mengambil buah namun memuntahkannya

Ketika ingin membawa bingkisan
Ia akan menerima

Selasa, 27 Desember 2011

KESULITAN DAN HARI INI

Kesulitan

Karena kesulitan ini
daku mengingat-MU
akulaha hamba yang hina
tak bisa berbuat kecuali dengan kehendakmu

Akan kuingat kesulitan ini
Bukan untuk mengingkari nikmatMu
Melainkan merasa bersyukur
karena telah melalui beberapa karang

Seberapa besar karang yang telah kau lewati
Sedalam lubang yang telah menghalangiku
Duri yang telah menusuk sudah keluar dari kaki
Terik yang memanaskan telah dingin

ADA HARI INI

Tidak akan dapat mencegah durian runtuh
Bunga merekah pada saat musim semi 
Anak ayam akan menetas setelah tiga pekan
Karena jarum jam selalu berputar ke kanan

Jam berlari seolah cepat
hingga hari tergantikan
hingga bulan tergantikan
hingga tahun tergantikan


Kenapa kau resahkan mereka berganti
Padahal kau sedang ada di hari ini
Ketakutan dengan apa yang kau temukan
Dari sejarah yang kelam masa lalu

Saatnya hari ini kau bangun
Memukul segala kerasahan dengan palu semangat
Tanpa Melihat ke depan yang belum kau temui
Juga tidak ke belakang dengan segala keindahan dan keburukannya

Karena Kau tak kuasa menahan jarum jam itu
Karena kau tak kuasa hidup seribu tahun

Biarkanlah daun yang sudah menguning
Jangan kau tunggu putik buah hingga ia masak
Perhatikan saja daun yang masih hijau
Siapkan panenan pada buah yang telah masak

Hari ini kau masih bisa merasakan udara
Hari ini kau masih dapat berkata
Hari ini

Jakarta, 2011

Minggu, 25 Desember 2011

Burung Dalam Sangkar

Karena teriakanmu
Orang tertarik
Karena bisikmu
Orang tertarik

Meski kau tidak bebas
Kau tetap bernyani
Entah Lagu sedih
Entah Lagu riang

Suara Gleduk membuatmu resah
Hujan yang deras membuatmu girang
Tetapi kau butuh keluarga
Meski di alam yang sangat liar

disitu kau khan membangun keluarga
Tak ada makanan mewah atau tak ada tempat yang teduh
Kadang Hujan menerobos rumahmu
Kadang rumahmu khan rubuh

Beritahulah lewat suaramu apa keinginanmu
Karena ku tak mengerti bahasamu
Meski kau teriak memekak
Meski kau menerobos jeruji bambu tersebut

Sabtu, 17 Desember 2011

Puisi Kebangkitan

Tidak akan bangung dengan kesedihan
Meski keadaan tak seiring keinginan
Khan Selalu berharap Hanya Pada-Nya
Akan pagi yang baik

Tidak akan terhenti kerja
karena asa mendera
sebab tekad sudah ditetapkan
hanya maju yang harus ku lakukan

Karena keteguhan tali yang tebal putus
Karena keteguhan baja berkarat menjadi mengkilat
Karena keteguhan air menghempas karang yang kokoh
Kunci yang keras akan terbuka

Senin, 12 Desember 2011

Gali Sumur, Jakarta Ambles

Hujan memang sudah mulai turun di Jakarta tetapi sumur sudah kering, termasuk sumurku. Kami akali sumur agar tidak kering. Kami Mengganti penggunaan air ledeng dengan air sumur bergantian. Ini dengan maksud agar sumur tidak kering. Tentu saja kami harus merogoh kocek lebih dalam sebab tagihan air melonjak menjadi lima kali lipat. Tetapi saya rasa masih untung sebab jika harus mengebor kembali sumur maka jutaan rupiah akan melayang. Toh penggunaan air ledeng paling hanya tiga bulan menurut saya.
Kini air memang masih sulit. Belum penuh bak satu kubik, si mesin sudah berisik nariknya yang menandakan air sudah kosong. Kalau begini saya menunggu waktu 30 menit atau menggantinya dengan air ledeng.
Tetangga saya semakin menambah dalamnya sumur untuk menarik air lebih banyak. Kalau seluruh masyarakat menggunakan jet pump suatu saat, tanah mereka akan ambles. Bisa jadi suatu saat tanah Jakarta tambah ambles saja.

Sabtu, 10 Desember 2011

Bakar Diri

Kemarin aksi bakar diri dilakukan oleh seorang yang tidak dikenal di depan istana negara. Aksi ini mirip dengan Sidi Muhammad Bouazzizi yang membakar diri setelah gerobak dagangannya. Aksi Bouazzizi segera membakar semangat bangsa Tunisia untuk berdemonstrasi mengulingkan Zine El Abidine Ben Ali. Hanya dalam waktu beberapa bulan saja diktator Tunisia tersebut jatuh dan hengkang ke Saudi Arabia.
Tentu keadaan Tunisia berbeda dengan Indonesia. Rakyat sana lebih peka daripada bangsa ini. Ada isu sedikit para rakyat sudah bergejolak.
Mungkin ini adalah awal masyarakat bergolak bisa jadi kalau pemerintah tidak menanggapinya bisa jadi keadaan ini akan semakin parah.

Rabu, 07 Desember 2011

Mau kaya lebih banyak Memberi

Tadi pagi kudengar Sindo pagi yang menayangkan siaran mutiara pagi. Kali ini Pak Supardi Lee motivator yang juga peternak lele dumbo mengisi acara tersebut tentang memberi.
Yah memang saya tidak banyak mendengar karena hari itu saya kesiangan. Saya mendengar pesan-pesan ceramah Pak Supardi "Jika ingin kaya, kita harus lebih banyak memberi". Memang sepertinya kita bingung masa yang miskin kaya kita ini memberi seharusnya khan kita yang harus diberi karena kita kekurangan uang. Pak Supari juga bingung ketika ia miskin bagaimana ia harus berbagi. Ia memberikan apa saja termasuk tenaga, pikiran dan tentu saja uang. Benarlah ternyata ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Mendengar seperti itu saya menjadi tertarik sekali. Mulai sekarang saya juga akan mencoba untuk memberi dengan pikiran yang ada dalam tulisan. Saya akan menyisakan sedikit uang untuk membantu.