Satpam yang menendang "Suster Ngesot" sudah dijadikan tersangka. Memang biar bagaimananpun seorang Satpam tidak bisa serta merta melakukan anarki meski si suster salah. Suster tersebut giginya patah dan mengalami luka yang cukup serius.
Bukan maksud saya membela si suster yang juga salah karena ingin menakuti temannya tanpa pemberitahuan ke pengelola apartemen.
Si Satpam juga tidak salah karena ia mempunyai gerak refleks. Seharusnya refleks itu bukan untuk menendang tetapi mencegah setan itu menakuti orang apartemen. Si satpam seharusnya bisa bijak.
Ketika orang hanya menyengol kita jangan kita memukulnya hingga berdarah-darah. Orang yang salahnya kecil dibalas dengan kesalahan besar. Tentu Orang seperti itu adalah zholim.
Saya juga pernah mengalami ketika saya sedang naik bus way. Saya tanpa sengaja menyenggol bahu seorang anggota TNI dan dengan refleks bahunya mendorong saya. Tnetu saja saya tidak mau ribut dengan orang biasa saja saya tak mau ribut apalagi anggota TNI. Sedikit kesal tapi biasa memahami. Ini supaya menjadi pelajaran di masa depan.
Main Game or Play The game
Kadang kesusahan hidup ini membuat kita terhenti buat berusaha. Seolah tidak ada lagi harapan untuk keluar dari kesulitan kita. Ada yang baru mencoba sekali langsung KO tapi ada juga yang mencoba puluhan kali baru KO.
Kadang memang sih hati ini takut jika usaha kita yang sia-sia tersebut hanya menghabisi waktu dan umur kita. Kita merasa percuma dengan waktu yang berjalan begitu cepat.
Sebenarnya tidak begitu. Kita harus selalu berusaha dengan keyakinan usaha ini akan berhasil. Tidak ada usaha yang cepat berhasil tapi usaha yang berkembang perlahan dan sambil kita nikmati proses yang sedang berjalan.
Sebagian kita mungkin senang game. Apa yang langsung kita lakukan jika kita tidak dapat melewati suatu level kita pasti akan mengulangnya hingga kita hingga kita bisa melewati level itu.
Jurnal kehidupan seorang Manusia dan Negara ini. Arloji Forlan mengupas secar jujur seperti Arloji yang selalu menunjukkan kebenaran. Segala masalah baik sosial, budaya, pemerintahan sampai berbicara mengenai blog dan menulis.
Jumat, 30 Desember 2011
Satpam tendang Suster Ngesot
Kamis, 29 Desember 2011
Runtuhnya Keadilan di Negeri Ini
Negeri ini seolah-olah menanggis kembali dengan tragedi kemanusiaan yang menewaskan setidaknya tiga orang di daerah bima. Protes masyarakat yang menduduki pelabuhan di Bima tersebut. Padahal sebelumnya masyarakat ini juga sudah terluka akibat kasus Mesuji.
Banyak pengamat yang menilai pemerintahan lebih berfihak kepada pemodal daripada rakyatnya. Pada masyarakat liberal, pemodal yang besar adalah hal yang penting. Mereka dapat menggelontorkan uangnya untuk siapa saja. Dengan mudahnya mereka bebas dari hukum.
Tentu ini sudah tidak lagi menjunjung nilai-nilai keadilan seperti yang dicita-citakan oleh tujuan negara ini. Nabi Muhammad pernah marah atas keadilan yang tidak ditegakkan. Ia berkata jika Fathimah anaknya mencuri, ia sendiri yang akan memotong kedua tangannya. Subhanallah, jaminan keadilan dari seorang Al 'amin jelas bukan basa basi semata.
Keadilan yang tidak ditegakkan akan mempercepat kehancuran sebuah negara. Saya sendiri binggung dengan pejabat yang bicara "NKRI harga mati" tetapi ia sendiri mempercepat kehancuran NKRI dengan cara berbuat tidak adil.
kesempatan menebus kesalah solah tertutup
Gerbang pengampunan seolah tertutup
Karena Usia telah melampui
Atas kesalahan satu dekade yang lalu
Mengambil buah namun memuntahkannya
Ketika ingin membawa bingkisan
Ia akan menerima
Banyak pengamat yang menilai pemerintahan lebih berfihak kepada pemodal daripada rakyatnya. Pada masyarakat liberal, pemodal yang besar adalah hal yang penting. Mereka dapat menggelontorkan uangnya untuk siapa saja. Dengan mudahnya mereka bebas dari hukum.
Tentu ini sudah tidak lagi menjunjung nilai-nilai keadilan seperti yang dicita-citakan oleh tujuan negara ini. Nabi Muhammad pernah marah atas keadilan yang tidak ditegakkan. Ia berkata jika Fathimah anaknya mencuri, ia sendiri yang akan memotong kedua tangannya. Subhanallah, jaminan keadilan dari seorang Al 'amin jelas bukan basa basi semata.
Keadilan yang tidak ditegakkan akan mempercepat kehancuran sebuah negara. Saya sendiri binggung dengan pejabat yang bicara "NKRI harga mati" tetapi ia sendiri mempercepat kehancuran NKRI dengan cara berbuat tidak adil.
kesempatan menebus kesalah solah tertutup
Gerbang pengampunan seolah tertutup
Karena Usia telah melampui
Atas kesalahan satu dekade yang lalu
Mengambil buah namun memuntahkannya
Ketika ingin membawa bingkisan
Ia akan menerima
| Reactions: |
Selasa, 27 Desember 2011
KESULITAN DAN HARI INI
Kesulitan
Karena kesulitan ini
daku mengingat-MU
akulaha hamba yang hina
tak bisa berbuat kecuali dengan kehendakmu
Akan kuingat kesulitan ini
Bukan untuk mengingkari nikmatMu
Melainkan merasa bersyukur
karena telah melalui beberapa karang
Seberapa besar karang yang telah kau lewati
Sedalam lubang yang telah menghalangiku
Duri yang telah menusuk sudah keluar dari kaki
Terik yang memanaskan telah dingin
Tidak akan dapat mencegah durian runtuh
Bunga merekah pada saat musim semi
Karena kesulitan ini
daku mengingat-MU
akulaha hamba yang hina
tak bisa berbuat kecuali dengan kehendakmu
Akan kuingat kesulitan ini
Bukan untuk mengingkari nikmatMu
Melainkan merasa bersyukur
karena telah melalui beberapa karang
Seberapa besar karang yang telah kau lewati
Sedalam lubang yang telah menghalangiku
Duri yang telah menusuk sudah keluar dari kaki
Terik yang memanaskan telah dingin
ADA HARI INI
Tidak akan dapat mencegah durian runtuh
Bunga merekah pada saat musim semi
Anak ayam akan menetas setelah tiga pekan
Karena jarum jam selalu berputar ke kanan
Jam berlari seolah cepat
hingga hari tergantikan
hingga bulan tergantikan
hingga tahun tergantikan
Karena jarum jam selalu berputar ke kanan
Jam berlari seolah cepat
hingga hari tergantikan
hingga bulan tergantikan
hingga tahun tergantikan
Kenapa kau resahkan mereka berganti
Padahal kau sedang ada di hari ini
Ketakutan dengan apa yang kau temukan
Dari sejarah yang kelam masa lalu
Saatnya hari ini kau bangun
Memukul segala kerasahan dengan palu semangat
Tanpa Melihat ke depan yang belum kau temui
Juga tidak ke belakang dengan segala keindahan dan keburukannya
Karena Kau tak kuasa menahan jarum jam itu
Karena kau tak kuasa hidup seribu tahun
Biarkanlah daun yang sudah menguning
Jangan kau tunggu putik buah hingga ia masak
Perhatikan saja daun yang masih hijau
Siapkan panenan pada buah yang telah masak
Hari ini kau masih bisa merasakan udara
Hari ini kau masih dapat berkata
Hari ini
Jakarta, 2011
Padahal kau sedang ada di hari ini
Ketakutan dengan apa yang kau temukan
Dari sejarah yang kelam masa lalu
Saatnya hari ini kau bangun
Memukul segala kerasahan dengan palu semangat
Tanpa Melihat ke depan yang belum kau temui
Juga tidak ke belakang dengan segala keindahan dan keburukannya
Karena Kau tak kuasa menahan jarum jam itu
Karena kau tak kuasa hidup seribu tahun
Biarkanlah daun yang sudah menguning
Jangan kau tunggu putik buah hingga ia masak
Perhatikan saja daun yang masih hijau
Siapkan panenan pada buah yang telah masak
Hari ini kau masih bisa merasakan udara
Hari ini kau masih dapat berkata
Hari ini
Jakarta, 2011
Minggu, 25 Desember 2011
Burung Dalam Sangkar
Karena teriakanmu
Orang tertarik
Karena bisikmu
Orang tertarik
Meski kau tidak bebas
Kau tetap bernyani
Entah Lagu sedih
Entah Lagu riang
Suara Gleduk membuatmu resah
Hujan yang deras membuatmu girang
Tetapi kau butuh keluarga
Meski di alam yang sangat liar
disitu kau khan membangun keluarga
Tak ada makanan mewah atau tak ada tempat yang teduh
Kadang Hujan menerobos rumahmu
Kadang rumahmu khan rubuh
Beritahulah lewat suaramu apa keinginanmu
Karena ku tak mengerti bahasamu
Meski kau teriak memekak
Meski kau menerobos jeruji bambu tersebut
Orang tertarik
Karena bisikmu
Orang tertarik
Meski kau tidak bebas
Kau tetap bernyani
Entah Lagu sedih
Entah Lagu riang
Suara Gleduk membuatmu resah
Hujan yang deras membuatmu girang
Tetapi kau butuh keluarga
Meski di alam yang sangat liar
disitu kau khan membangun keluarga
Tak ada makanan mewah atau tak ada tempat yang teduh
Kadang Hujan menerobos rumahmu
Kadang rumahmu khan rubuh
Beritahulah lewat suaramu apa keinginanmu
Karena ku tak mengerti bahasamu
Meski kau teriak memekak
Meski kau menerobos jeruji bambu tersebut
Sabtu, 17 Desember 2011
Puisi Kebangkitan
Tidak akan bangung dengan kesedihan
Meski keadaan tak seiring keinginan
Khan Selalu berharap Hanya Pada-Nya
Akan pagi yang baik
Tidak akan terhenti kerja
karena asa mendera
sebab tekad sudah ditetapkan
hanya maju yang harus ku lakukan
Karena keteguhan tali yang tebal putus
Karena keteguhan baja berkarat menjadi mengkilat
Karena keteguhan air menghempas karang yang kokoh
Kunci yang keras akan terbuka
Meski keadaan tak seiring keinginan
Khan Selalu berharap Hanya Pada-Nya
Akan pagi yang baik
Tidak akan terhenti kerja
karena asa mendera
sebab tekad sudah ditetapkan
hanya maju yang harus ku lakukan
Karena keteguhan tali yang tebal putus
Karena keteguhan baja berkarat menjadi mengkilat
Karena keteguhan air menghempas karang yang kokoh
Kunci yang keras akan terbuka
Senin, 12 Desember 2011
Gali Sumur, Jakarta Ambles
Hujan memang sudah mulai turun di Jakarta tetapi sumur sudah kering, termasuk sumurku. Kami akali sumur agar tidak kering. Kami Mengganti penggunaan air ledeng dengan air sumur bergantian. Ini dengan maksud agar sumur tidak kering. Tentu saja kami harus merogoh kocek lebih dalam sebab tagihan air melonjak menjadi lima kali lipat. Tetapi saya rasa masih untung sebab jika harus mengebor kembali sumur maka jutaan rupiah akan melayang. Toh penggunaan air ledeng paling hanya tiga bulan menurut saya.
Kini air memang masih sulit. Belum penuh bak satu kubik, si mesin sudah berisik nariknya yang menandakan air sudah kosong. Kalau begini saya menunggu waktu 30 menit atau menggantinya dengan air ledeng.
Tetangga saya semakin menambah dalamnya sumur untuk menarik air lebih banyak. Kalau seluruh masyarakat menggunakan jet pump suatu saat, tanah mereka akan ambles. Bisa jadi suatu saat tanah Jakarta tambah ambles saja.
Kini air memang masih sulit. Belum penuh bak satu kubik, si mesin sudah berisik nariknya yang menandakan air sudah kosong. Kalau begini saya menunggu waktu 30 menit atau menggantinya dengan air ledeng.
Tetangga saya semakin menambah dalamnya sumur untuk menarik air lebih banyak. Kalau seluruh masyarakat menggunakan jet pump suatu saat, tanah mereka akan ambles. Bisa jadi suatu saat tanah Jakarta tambah ambles saja.
Sabtu, 10 Desember 2011
Bakar Diri
Kemarin aksi bakar diri dilakukan oleh seorang yang tidak dikenal di depan istana negara. Aksi ini mirip dengan Sidi Muhammad Bouazzizi yang membakar diri setelah gerobak dagangannya. Aksi Bouazzizi segera membakar semangat bangsa Tunisia untuk berdemonstrasi mengulingkan Zine El Abidine Ben Ali. Hanya dalam waktu beberapa bulan saja diktator Tunisia tersebut jatuh dan hengkang ke Saudi Arabia.
Tentu keadaan Tunisia berbeda dengan Indonesia. Rakyat sana lebih peka daripada bangsa ini. Ada isu sedikit para rakyat sudah bergejolak.
Mungkin ini adalah awal masyarakat bergolak bisa jadi kalau pemerintah tidak menanggapinya bisa jadi keadaan ini akan semakin parah.
Tentu keadaan Tunisia berbeda dengan Indonesia. Rakyat sana lebih peka daripada bangsa ini. Ada isu sedikit para rakyat sudah bergejolak.
Mungkin ini adalah awal masyarakat bergolak bisa jadi kalau pemerintah tidak menanggapinya bisa jadi keadaan ini akan semakin parah.
Rabu, 07 Desember 2011
Mau kaya lebih banyak Memberi
Tadi pagi kudengar Sindo pagi yang menayangkan siaran mutiara pagi. Kali ini Pak Supardi Lee motivator yang juga peternak lele dumbo mengisi acara tersebut tentang memberi.
Yah memang saya tidak banyak mendengar karena hari itu saya kesiangan. Saya mendengar pesan-pesan ceramah Pak Supardi "Jika ingin kaya, kita harus lebih banyak memberi". Memang sepertinya kita bingung masa yang miskin kaya kita ini memberi seharusnya khan kita yang harus diberi karena kita kekurangan uang. Pak Supari juga bingung ketika ia miskin bagaimana ia harus berbagi. Ia memberikan apa saja termasuk tenaga, pikiran dan tentu saja uang. Benarlah ternyata ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Mendengar seperti itu saya menjadi tertarik sekali. Mulai sekarang saya juga akan mencoba untuk memberi dengan pikiran yang ada dalam tulisan. Saya akan menyisakan sedikit uang untuk membantu.
Yah memang saya tidak banyak mendengar karena hari itu saya kesiangan. Saya mendengar pesan-pesan ceramah Pak Supardi "Jika ingin kaya, kita harus lebih banyak memberi". Memang sepertinya kita bingung masa yang miskin kaya kita ini memberi seharusnya khan kita yang harus diberi karena kita kekurangan uang. Pak Supari juga bingung ketika ia miskin bagaimana ia harus berbagi. Ia memberikan apa saja termasuk tenaga, pikiran dan tentu saja uang. Benarlah ternyata ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Mendengar seperti itu saya menjadi tertarik sekali. Mulai sekarang saya juga akan mencoba untuk memberi dengan pikiran yang ada dalam tulisan. Saya akan menyisakan sedikit uang untuk membantu.
Langgan:
Entri (Atom)