Selasa, 24 Januari 2012

Tidur yang Lama, Supir Maut di Tugu Tani

Kuterbangun dalam suatu tidur yang lama
Sehingga pepohonan sudah menjulur
Anak ayam sudah menjadi Induk

Tak Kuasa ku menahan Matahari yang terbit
Hanya ada pasrah saja

Setiap keluhan takkan menghalangi matahari yang terbit
Setiap tawa takkan menghalangi matahari yang terbenam

Hanya tekad untuk membuat senyum
Tanpa melihat ketakutan yang mengancam

Kalau Negara sudah membiarkan kemaksiatan Negara juga menanggung

Publik Negeri ini sempat terkejut dengan tewasnya sembilan orang di Tugu Tani. Jadi kalau kata seorang teman kalau naik bussway kena pelecehan, kalau naik angkot diperkosa, kalau jalan di trotoar bisa ketabrak Xenia.

Konon katanya pengendara maut tersebut mabuk karena minuman keras, ganja, dan shabu. Karenanya ia akan terjerat dengan pasal berlapis.

Kalau orang yang sadar mungkin jika hanya teledor tidak akan membuat sesuatu kesalahan begitu fatal. Karena orang tersebut sudah terkena pengaruh maka ia menjadi tidak terkendali. Kini ia harus menghadapai tuntutan hukum.

Apakah si supir salah? Oh jelas salah karena ia telah menabrak setelah berkendaraan dalam keadaan mabuk. Akan tetapi pembiaran perdagangan miras berperan dalam kejadia tragedi ini. Akibatnya Pemda DKI juga harus menanggung ekses dari minuman keras ini.

CAPUNG
Capung berterbangan seolah menikmati hujan yang reda
Sriti menyambar capung yang terbang
Terpana dengan keindahan atas bumi
Segala Nikmat yang telah KAU berikan

0 comments: