Mau sekolah tinggi? Tapi gak ada biaya? anda mungkin harus seringkali bertandang ke lens (web) ini. Dari sini anda akan memperoleh informasi yang berguna untuk anda.
Kuliah di perguruan tinggi memang sangat mahal sekali. Dulu saya kuliah di sebuah PTN sekitar sepuluh tahun lalu hanya membayar SPP sebesar 450.000 per semester, sekarang jangan harap dengan besaran uang yang sama anda dapat berkuliah di manapun. Sekarang kuliah di tempat saya mungkin kira-kira lebih dari satu juta.
read more
Senin, 09 November 2009
Info Beasiswa
Jumat, 06 November 2009
Ijinkanlah aku memujimu
Air yang telah kering
Udara yang panas
pohon yang telah merangas
engkau bagai setitik air
Telah sering kuminta
Tak Satupun yang kudapat
Tanpa kuminta engkau mendatangiku
engaku adalah manusia langka
Apa yang kau beri akan dicatat oleh Malaikat
Apa yang kau beri akan terpahat di hatiku
kau adalah perantara Rabb
Maha Besar Allah yang telah menciptakan Insan yang baik
Kebingungan
Hati terasa merana
Kepla depan terikat baja yang kuat
Sedang kaki tak sanggup menapak bumi
Hati resah dengan segala kemungkinan
Waduh hati yang resah
Engkau telah menyiksaku
Mendesakku di dada
Tidak memberikan banyak pilihan
Kuserahkan saja sesuatu pada yang abadi
IA yang maha tahu
Sebaiknya pembuat keputusan
Tidak ada daun yang runtuh selain dari kehendak-NYA
Kamis, 05 November 2009
Para biadab bersumpah
Sedangkan sumpah hanya di tenggorokan
Jika sumpah tak ada
Maka siapa yang mesti ditaati
Berbohong dua kali
Berharap orang percaya sekali
Berbohong ribuan kali
Jutaan rakyat menganggap sebagai kebenaran
Kekerasan kepala tak mengubah sentuhan hati
Karena kepala memakai helm baja
Para pelacur uang tak pernah kenyang
Merampas harta di negeri ini
Selasa, 03 November 2009
Kue gak enak
Dulu saya pernah datang ke seorang tua yang masih bisa dikatakan sanak famili. Orang tersebut setua kakek saya dan saya disuruh memanggilnya kakek.
Saya duduk dibawah lantai mennghadap meja. Beberapa saat kemudian seorang perempuan mengantarkan baki - saya lupa ia siapa. Baki berisi teh manis dan sepiring kue (saya lupa) tapi kue tersebut berlapis-lapis (bukan kue lapis) rasanya manis dan gurih.
Baru dua gigitan saya menyela "gak enak". Ibu berkata sst . Kini saya mengerti mengapa ibu berkata sst. Bertahun kemudian saya mendapatkan kue tersebut dan rasanya enak.
Banyak dari kita tidak bisa menghargai orang lain hanya karena makanan. Ada yang tidak tanggung-tanggung untuk menyelanya padahal orang sudah susah untuk membuatnya.
Rasulullah sendiri tidak pernah mencela suatu makanan. Jika suka, ia makan. Jika tidak, ia tinggalkan.
Hanya tulisan yang bisa kuukir
Sedang kepala sudah tak terisi
Kucoretkan ke komputer
tentang satu kata merangkai
Susah kaki menapak
karena pikiran panas
Badan susah bergerak
karena sudah terpaku lantai
Maju adalah suatu harapan
sedang diam adalah keputusasaan
Tali yang mengikat akan terputus
Jika selalu tertarik
Senin, 26 Oktober 2009
Belajar Rajin dari China
Seorang teman yang belajar di luar negeri menceritakan pengalaman berkuliah di sana. Katanya orang yang paling rajin adalah China. Saya jadi teringat dengan perkataan guru saya bahwa orang China adalah orang yang mempunyai komitmen yang kuat terhadap rencana dan tujuannya.
Ternyata kedua orag tesebut tidaklah salah. Saya melihat sendiri pada film dokumenter tentang Perang Candu. DI situ terlihat bangsa China berlatih bela diri untuk menghadapi sekutu. Bahkan anak-ana juga berlatih bela diri. Kalau setiap orang Indonesia rajin termasuk saya saya yakin Indoneia akan menjadi negara besar. Amiiin.
Rabu, 21 Oktober 2009
Makan aja kalau gak laku
Saya lupa kapan tapi saya lihat tukang bubur makan buburnya sendiri. Kita mungkin sering melihat tukang makanan makan makannya sendiri jika pelanggang lagi sepi apalagi kalau gak laku.
Saya pikir ini juga berlaku pada blog. Kenapa kita gak makan saja (mengambil hikmahnya) dari blog kita sendiri tanpa memikirkan pengunjung. Tentu kita harus mengadakan perbaikan untuk itu.




